NTB EXPOSE. Lombok Tengah. Berbicara mengenai program Integrasi Layanan Primer atau ILP yang merupakan program yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah. Saat ini masih sedang dilaksanakan di semua puskesmas berikut jejaringnya seperti di Pustu ( puskesmas pembantu ) hingga polindes yang ada diwilayah kerja puskesmas yang tersebar di 12 Kecamatan di Lombok Tengah,” jelas Dr H Nasrullah Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat ( Kesmas ) Dinas Kesehatan Lombok Tengah kepada wartawan belum lama ini.
Menurutnya, ILP ini sampai di tataran posyandu posyandu, sekarang tidak hanya di posyandu keluarga saja, kalau dulu ada posyandu namanya posyandu KIA posyandu yang melayani hanya untuk ibu dan anak, namun sekarang sudah melayani diposyandu prima namanya, yang melayani semua siklus hidup yang ada disana.
Tidak hanya bayi balita dan ibu hamil, tapi semua usia, mulai dari remaja sampai orang tua lansia dapat dilayani diwaktu yang bersamaan,” jelas Dokter Nasrul.
Dijelaskannya, saat ini jumlah posyandu kita yang tersebar di 12 Kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah sejumlah 1829, baru baru ini ada penambahan sehingga menjadi 1832 posyandu yang sudah aktif berjalan.
Sedangkan jumlah puskesmas hingga saat ini sebanyak 29 puskesmas sedangkan pustunya berjumlah 193 polindes, namun pustu polindes itu nanti akan di merger menjadi Pustu Prima karena pustu polindes sudah tidak lagi masuk ke fasyankes tapi posyandu ini masuk ke Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat ( UKBM ) namanya sehingga nanti akan ada Pustu Prima. Kemudian mengenai sumber daya sudah tersedia juga.
Dikatakan Dr Nasrul, Kembali mengenai ILP sudah mulai kita tetapkan tahun ini sambil menunggu regulasi dari pusat dan nanti kita akan mengacu ke KMK nya atau keputusan menteri Kesehatan,” jelas Dokter Nasrul.
Dalam pelaksanaan ILP ini ketersediaan sumber daya bukan saja di internal namun di eksternal seperti kader yang ada didesa desa semuanya akan diberdayakan, karena kader kader posyandu ini sebenarnya milik desa sehingga kita nantinya tetap akan berkoordinasi dengan OPD seperti Baperinda DPMD dan Dinas Sosial, semua akan berintegrasi ada UKBM juga berkaitan dengan keluarga,” tutupnya.(Ntbexpose/04)






