NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Penanganan stunting di kabupaten Lombok Tengah secara kontinyu terus dilaksanakan. Untuk bulan ini Pemerintah sedang melakukan intervensi serentak di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Lombok Tengah Propinsi Nusa Tenggara Barat. Adapun yang dimaksud intervensi serentak yang dilakukan saat ini adalah tentang bagaimana input UKBM ditargetkan sampai seratus persen dibulan Juni 2024 ini, kata kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dr. H Nasrullah kepada wartawan Senin ( 24 /6 )
Dijelaskan Kabid Kesmas yang akrab dipanggil Dr Nasrul tersebut, Alhamdulillah sampai bulan ini kita sudah mencapai kemajuan 2 persen yang sudah masuk dalam entrian data kita yang sudah kita terima, tinggal menunggu dibulan ini untuk intervensi serentak,” ujarnya.
Sedangkan untuk capaian kerja kita dalam penanganan stunting jika mengacu dalam entrian data kita dibulan Februari 2024 ini, capaian tersebut sudah berada pada angka 10 persen, sedangkan kalau memakai data pada tahun 2023 dengan memakai data hasil entrian dibulan Agustus yakni sekitar 13,34 persen.
Mengutip statement bupati Lombok Tengah HL. Pathul Bahri S.IP M.AP pada saat membuka acara lomba masak ikan di pendopo bupati beberapa waktu lalu, yang mengatakan bahwa target capaian untuk tahun 2025 mendatang, penanganan stunting harus dibawah10 persen atau berkurang 1 digit, hal itu menurut Dokter Nasrul sudah tepat, kita harus optimis seperti yang disampaikan pak bupati tersebut,” katanya bersemangat.
Karena bagaimanapun juga untuk menargetkan sesuatu capaian positif apalagi pada penanganan stunting, kita tidak boleh pesimis ,” sambungnya. Walaupun target 14 persen sudah di capai, kita harus tetap optimis, karena melihat pergerakan wasting kita paling rendah di NTB tidak menutup kemungkinan diakhir tahun kita bisa berkurang satu digit.
Adapun kendala kita untuk mencapai capaian seperti yang ditargetkan bupati tersebut adalah, sebenarnya jika berbicara stunting ini bukan berbicara sederhana kita harus berbicara lebih luas dan kita harus menggandeng beberapa institusi yang harus kita libatkan juga untuk berdiskusi mencari solusi permasalahan yang sebenarnya dengan stunting ini, tapi sebenarnya kalau kita melihat pola asuh, kita belum begitu bagus dan masing masing wilayah juga punya persoalan yang berbeda beda dalam menangani stunting ini,” kata Dr Nasrul.
Karena kemunculan stunting ini tidak tiba tiba langsung stunting, tapi mungkin ada permasalahan pada saat ibunya remaja, kemungkinan program tambah darahnya tidak tercapai pada saat ibu hamil, dan mungkin saja jarang periksa kesehatan dan lain sebagainya sebagai penyebab berpengaruhnya terhadap keturunannya,” imbuh Dr Nasrul.
Diketahui Stunting merupakan kondisi pertumbuhan pada anak yang gagal karena kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sementara wasting (gizi buruk) merupakan kondisi saat tubuh tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi tubuh. (Ntbexpose/04)






