Naik Kelas B, RSUD Praya Dirombak Total : Eselon IV Dihapus, 10 Pejabat Baru Dilantik bupati Perintahkan Buka Layanan Sabtu
NTB EXPOSE. LOMBOK TENGAH – Kenaikan kelas RSUD Praya dari Kelas C menjadi Kelas B langsung diikuti perombakan total struktur organisasi. Bupati Lombok Tengah menegaskan, perubahan kelas harus berbanding lurus dengan peningkatan pelayanan, bukan sekadar perubahan papan nama.
Penegasan itu disampaikan saat pelantikan 10 pejabat baru RSUD. Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Bupati Lombok Tengah Nomor 428 Tahun 2026 tanggal 6 Oktober 2026 yang ditandatangani Bupati Lalu Pathul Bahri.
Dengan naiknya kelas, status RSUD Praya kini dipimpin pejabat setara Eselon II.b atau Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Struktur di bawahnya pun dipangkas. Jika dulu ada jenjang Eselon III.a, III.b hingga IV.a, kini hanya tersisa Administrator III.a dan III.b. Jabatan Pengawas atau Eselon IV resmi dihapus.
Dasarnya adalah Perda Lombok Tengah Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan Kedua atas Perda Nomor 6 Tahun 2016. Konsekuensinya, tidak semua pejabat lama bisa diakomodasi di struktur baru.
“Sebagian harus disesuaikan ke jabatan fungsional sesuai kompetensinya. Ini bukan degradasi, tapi pengembangan karier,” tegas Bupati.
Ia mengingatkan, perubahan struktur pasti menimbulkan gejolak adaptasi. Namun ia meminta semua pihak melihatnya secara luas. “Jabatan boleh berubah, pengabdian tidak boleh berkurang,” pesannya.
Dalam pelantikan itu, Bupati mengeluarkan dua instruksi keras.
Pertama, petakan ulang seluruh SDM. Direktur diminta segera memetakan kebutuhan riil PNS dan PPPK per unit. Bukan soal jumlah, tapi soal ketepatan.
“Kita harus pastikan the right man on the right job. Rumah sakit butuh orang yang tepat di pekerjaan yang tepat, bukan sekadar banyak orang,” ujarnya.
Kedua, tata kelola harus naik kelas dan buka layanan Sabtu. Bupati tidak ingin RSUD Praya hanya megah secara fisik, tapi lemah secara manajemen. Keuangan, administrasi, dan pengendalian internal harus tertib dan akuntabel.
“Kalau rumah sakitnya sudah Kelas B, manajemennya juga harus standar Kelas B,” katanya.
Sebagai bukti nyata, Bupati memerintahkan agar poliklinik rawat jalan segera buka pada hari Sabtu.
“Jangan sampai masyarakat hanya punya akses Senin-Jumat. Kenaikan kelas harus dirasakan manfaatnya, pelayanan lebih mudah, lebih cepat, dan lebih manusiawi,” tegasnya.
Berdasarkan lampiran SK Bupati yang diterima media ini, berikut pejabat yang resmi dilantik
Jajaran Direksi (Eselon II.b & III.a):
1. dr. BASIRUN, M.M.R.S. – Dari Kabid Pelayanan Medik RSUD Praya Kelas C menjadi Direktur RSUD Praya (Eselon II.b).
2. H. LALU NAJMUL ERPAN, S.K.M., S.Kep., M.P.H. – Dari Kabid Keperawatan menjadi Wakil Direktur Pelayanan RSUD Praya.
3. H. HARMAEN,S.Kep., Ners., M.Kes. – Dari Kabag Tata Usaha menjadi Wakil Direktur Umum, Keuangan dan Pengembangan SDM RSUD Praya.
Jajaran Administrator dan Rotasi
4. ROHADI, S.K.M., S.Kep., Ners., M.Kes.- Dari Kabid Pengembangan SDM RSUD Praya menjadi Sekretaris Dinas P3AP2KB Lombok Tengah.
5. MUHAMMAD AMIN NASIR, S.Kep., Ners. – Dari Kasi Pelayanan Medik menjadi Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Praya.
6. FARIDA,S.Kep., Ns. – Dari Kasi Bimbingan Asuhan Keperawatan menjadi Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan.
7. MUHAMAD ZUHAERI,S.Kep., M.P.H.- Dari Kasi Penunjang Medik menjadi Kepala Bidang Pelayanan Penunjang Medik dan Non Medik.
8. TAUFIQ AKBAR, S.Kep.- Dari Kasi Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Daya menjadi Kepala Bagian Umum dan Humas RSUD Praya.
9. OKTHALIN HARIKAWATI, S.T. – Dari Kasubbag Program menjadi Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan RSUD Praya.
10. IMAM SAKTI PANDUWIJAYA, S.Kom. – Dari Kasubbag Umum dan Kepegawaian menjadi Kepala Bagian Pengembangan SDM, Pendidikan dan Pelatihan RSUD Praya.
Bupati menutup dengan pengingat bahwa masyarakat tidak peduli siapa direktur atau pejabatnya. Masyarakat hanya peduli satu hal, apakah mereka dilayani dengan baik, cepat, ramah, dan manusiawi saat datang dalam kondisi membutuhkan pertolongan.
“Jadikan jabatan sebagai alat untuk memberi manfaat, bukan sebagai tujuan,” pungkasnya.(*/Ntbexpose)











