Bidang SDK Dikes Loteng Sukses Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Nakes dan Layanan UBM Terstandar

NTB EXPOSE. MATARAM – Komitmen Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah dalam menekan angka perokok dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terus diperkuat. Melalui kolaborasi strategis bersama Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Mataram Kementerian Kesehatan RI, Dinkes Lombok Tengah menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan dalam Layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) yang terstandar.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 23 hingga 27 September 2026 lalu di Kota Mataram ini, diikuti oleh 30 peserta terpilih yang terdiri dari tenaga perawat dan pemegang program Promosi Kesehatan (Promkes) dari seluruh Puskesmas se-Kabupaten Lombok Tengah.

Pelatihan ini dirancang dengan metode klasikal selama empat hari materi intensif dan satu hari penutupan serta evaluasi. Fokus utamanya adalah membekali tenaga kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan kompetensi konseling adiksi, teknik intervensi perilaku, hingga mekanisme pendampingan dan tindak lanjut bagi masyarakat yang ingin berhenti merokok secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, dr. Mamang Bagiansah, Sp.PD., FINASIM., C.M.C., menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang untuk kualitas layanan primer.“Pelatihan ini sangat penting untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di FKTP dalam memberikan layanan Upaya Berhenti Merokok yang tidak hanya sekadar himbauan, tetapi berbasis ilmu dan terstandar. Tenaga kesehatan harus memiliki kemampuan konseling, empati, pendampingan, dan tindak lanjut yang memadai agar masyarakat mendapatkan dukungan yang tepat untuk berhenti merokok dan pada akhirnya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah,” ujar dr. Mamang.

Senada, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Lombok Tengah, dr. Hj. Heny Mardiana, M.Kes., menjelaskan bahwa penguatan SDM ini menjadi kunci keberhasilan program. Menurutnya, Puskesmas sebagai garda terdepan harus menjadi pusat layanan konseling berhenti merokok yang ramah, solutif, dan mudah diakses warga.

Sementara itu, tampil sebagai narasumber utama, Kepala Bidang P3KL Dinkes Lombok Tengah, Putrawangsa SKM,, MPH membedah secara komprehensif strategi UBM dari aspek klinis, psikologis, hingga regulasi.

Dalam paparannya, Putrawangsa menekankan bahwa merokok bukan sekadar kebiasaan, melainkan adiksi nikotin yang membutuhkan penanganan profesional dan pendekatan perilaku yang tepat. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu dibekali teknik _brief counseling 5A (Ask, Advise, Assess, Assist, Arrange)_ serta pemahaman tentang terapi pengganti nikotin dan manajemen relaps.”Upaya Berhenti Merokok adalah bagian dari pencegahan penyakit tidak menular. Jika tenaga kesehatan kita kompeten, maka Puskesmas bukan hanya tempat berobat, tapi menjadi pusat perubahan perilaku hidup sehat,” jelasnya di hadapan peserta.

Dampak dari pelatihan ini diharapkan sangat signifikan. Dengan meningkatnya kompetensi 30 tenaga kesehatan tersebut, layanan UBM akan tersedia secara merata di seluruh Puskesmas di Lombok Tengah. Masyarakat yang selama ini ingin berhenti merokok namun bingung harus mulai dari mana, kini akan mendapatkan pendampingan yang profesional, terstruktur, dan berkelanjutan.

Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mewujudkan Lombok Tengah yang sehat, produktif, dan bebas dari beban penyakit akibat rokok. Inisiatif ini juga menjadi bukti nyata bahwa pembangunan kesehatan tidak hanya berfokus pada kuratif, tetapi juga pada promotif dan preventif melalui penguatan sumber daya manusia kesehatan yang unggul dan berdaya saing.(*/Rd)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *