NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Puskesmas Pringgarata Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah terus melaksanakan Penyuluhan disetiap ada kesempatan kepada 70 Kader Posyandu yang tergabung di Puskesmas Pringgarata.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Puskesmas (Kapus) Pringgarata Haerozi, S. Tr. Kes saat dihubungi wartawan, selasa, 9/7/2024.
Penyuluhan rutin disetiap pertemuan Posyandu tersebut dalam upaya meningkatkan kecerdasan kader Posyandu guna memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
“Penyuluhan atau pembinaan rutin disetiap jadwal Posyandu demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama bayi balita yang dilayani setiap berlangsungnya Posyandu,” jelasnya.
Ia juga memaparkan,Kader posyandu merupakan salah satu pilar utama penggerak pembangunan, khususnya di bidang kesehatan.
“Sebagaimana kita ketahui Kader Posyandu merupakan salah satu penggerak pembangunan dibidang Kesehatan, secara swadaya dilibatkan langsung oleh puskesmas dalam kegiatan pelayanan desa ketika adanya pemberian imunisasi pada pada bayi balita,” paparnya.
Haerozi berharap, kedepannya Kader Posyandu bisa meningkatkan kemampuan dalam melakukan Sistem 5 Meja.
“Sistem lima meja itu meliputi pendaftaran, penimbangan dan pengukuran, pengisian KMS, Penyuluhan, dan Sistem Informasi Posyandu atau disingkat SIP,” ungkap Kapus.
Oleh karenanya sambung Kapus, melalui diskusi tersebut, ke depannya Kader Posyandu harus lebih terampil dalam memberikan pelayanan saat di Posyandu.
“Kita harapkan Kader semakin mengerti dan memahami, mengenai cara penimbangan, pengukuran pelaporan yg baik dan sesuai dengan standar SIP, dan mampu meningkatkan penyuluhan perorangan,” harap Kapus Pringgarata.
Mengingat PIN Polio akan digelar pada minggu ke IV bulan ini, Haerozi juga Mengajak semua elemen masyarakat untuk kita sama – sama sukseskan Program Menteri Kesehatan RI agar anak – anak kita terhindar dari Polio.
“Atas nama Kepala Dinas Kesehatan Loteng saya mengajak untuk kita sama – sama mensukseskan PIN Polio serentak, bawa putra putri kita ke Pos imunisasi, Puskesmas, Posyandu maupun sekolah,” tutupnya. (Ntbexpose/03)











