NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Keberadaan puskesmas sebagai pusat layanan kesehatan masyarakat terus ditingkatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah. Hal ini guna memenuhi kebutuhan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tahun ini ada dua puskesmas jenis prototype akan dibangun di Kabupaten Lombok Tengah.
Adapun kedua puskesmas tersebut adalah Puskesmas Desa Pringgarata Kecamatan Pringgarata dan Puskesmas Desa Truwai Kecamatan Pujut,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, melalui Johan Effendy S.Si MPH selaku Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan ( Yankes ) Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah Kepada wartawan baru baru ini.
Dijelaskan Johan, kedua puskesmas tersebut akan dibangun prototype dengan model serupa dengan puskesmas yang telah dibangun terlebih dahulu, misalnya seperti Puskesmas Puyung dan Puskesmas Bonjeruk di Kecamatan Jonggat. Keduanya termasuk jenis Puskesmas prototype,” ungkapnya.
Selain itu ada 6 puskesmas yang belum dibangun prototype termasuk puskesmas Praya karena terlebih dahulu direhab sebelum keluar model prototype yang baru dilaksanakan sekitar tahun 2017 an kata Johan.
“Sebenarnya jenis prototype itu ada plus minusnya karena anggarannya dari Dana Alokasi Khusus ( DAK ) yang harus diikuti begitu juga dengan Puskesmas Praya, sumber anggarannya dari DAK. Namun pada waktu itu model prototype nya belum keluar, makanya sekarang model bangunan Puskesmas Praya berbeda dengan yang prototype,” ujar Johan.
Sedangkan untuk Puskesmas Kopang di Kecamatan Kopang yang akan naik kelas menjadi type Pratama akan dibangun tahun depan 2025, kemungkinan sumber anggarannya dari APBD karena kalau mengharapkan DAK itu terlalu banyak persyaratan yang harus dipenuhi salah satunya adalah jarak, antara rumah sakit yang satu dengan yang lainnya minimal 70 an km.
Diungkapkan Johan, perencanaan pembangunan Puskesmas Kopang untuk naik kelas dirasa cukup mendesak karena RSUD Praya juga akan naik kelas dari tipe C ke tipe B seperti rumah sakit kota Mataram atau seperti Rumah Sakit Propinsi.
Sehingga kita harus memback up rumah sakit Praya dengan rumah sakit tipe C sebagai penyangganya karena pelayanan rujukan harus berjenjang. Sementara kita di Lombok Tengah ini rujukannya masih ke rumah sakit tipe D swasta dan rumah sakit tipe C seperti Rumah Sakit Yatofa.
Diketahui kata Johan, untuk rumah sakit tipe Pratama dibutuhkan layanan tempat tidur minimal 100 tempat tidur untuk pasien. Inshaa Allah mudah mudahan tidak ada kendala dan saat ini pak kadis sedang meloby penentu kebijakan di eksekutif dan juga legislatif,” imbuhnya. (Ntbexpose/03)











