Kabid Yankes : Puskesmas bukan tempat berobat saja tapi sebagai tempat konsultasi kesehatan masyarakat
NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah melalui Kabid Pelayanan Kesehatan ( Yankes ) Johan Effendy S.Si, MPH, baru baru ini mengatakan kepada wartawan. Terkait dengan bidang pelayanan kesehatan khususnya mengenai keberadaan puskesmas dalam upaya memberikan optimalisasi pelayanan terbaik kepada masyarakat terus ditingkatkan. Dinas Kesehatan melalui puskesmas bukan hanya sebagai tempat berobat, tetapi bisa juga sebagai tempat konsultasi kesehatan masyarakat,” kata Johan.
” Jadi tidak mesti puskesmas dianggap hanya sebagai tempat mengobati orang sakit semata, tetapi juga sebagai tempat konsultasi kesehatan masyarakat dan dipuskesmas itu ada clusternya,” ungkapnya.
Untuk menangani pelayanan kesehatan masyarakat tersebut, rasio pelayanan kesehatan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Lombok Tengah saat ini berjumlah satu juta seratus ribu jiwa jika dibandingkan dengan jumlah puskesmas adalah satu berbanding tiga puluh ribu. Ini dirasa masih kurang karena idealnya satu puskesmas berbanding enam belas ribu,” terang Johan.
Dari jumlah puskesmas yang ada sebenarnya menurut kebijakan kementrian kesehatan RI, minimal satu Kecamatan satu puskesmas, tapi saat ini di Kabupaten Lombok Tengah yang terdiri dari 12 Kecamatan, baru memiliki Puskesmas sejumlah 29 unit dan dibutuhkan sekitar 30 Puskesmas lagi.
Oleh karena itu untuk mencukupi rasio perbandingan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat tersebut, sambung Johan, kita masih banyak peluang untuk membangun puskesmas dan bukan dilihat sarana prasarana saja namun harus melihat dari ketersediaan nakes dan jumlah dokter untuk melayani masyarakatpun harus cermat dihitung.
Dijelaskan juga, pada satu kecamatan saat ini ada yang memiliki tiga sampai empat puskesmas. Salah satu contoh seperti di Kecamatan Jonggat memiliki tiga puskesmas meliputi Desa Puyung Bonjeruk dan di Desa Ubung.
Hal tersebut berdasarkan prioritas pertimbangan kebutuhan tenaga, jumlah penduduk dan pertimbangan geografis. Seperti dicontohkan Johan, di Puskesmas Awang Desa Mertak Kecamatan Pujut, disana kita akan menambah tenaga kesehatan berdasarkan tingkat kebutuhan untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Dan itu dibolehkan disepanjang tenaga dan kebutuhan mencukupi, ” sambung Johan. Sedangkan untuk usulan puskesmas yang akan dibangun tahun depan sampai saat ini belum ada karena untuk sementara PR kita sekarang yaitu untuk menstandarkan prototype Puskesmas yang sudah ada, ini yang harus diselesaikan supaya masyarakat puas dengan pelayanan yang diberikan,” imbuhnya. (Ntbexpose/04)











