NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah DR. H Suardi MPH melalui Kabid Kesehatan Masyarakat ( Kesmas ) Dr. H Nasrullah mengatakan, terkait dengan program program yang kita laksanakan di Bidang Kesmas saat ini adalah melaksanakan program layanan integrasi primer. Program ini dimulai sejak tahun 2021 dari Kementerian Kesehatan yang sudah bertranformasi dibidang Kesehatan. Program tersebut dinamakan program ILP atau Integrasi Layanan Primer,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (24/6) kemarin.
Dijelaskan Dokter Nasrullah yang akrab dipanggil Dokter Nasrul ini, Integrasi Layanan Primer itu adalah merupakan sistem layanan primer di puskesmas, yang saat ini kita sudah tidak lagi fokus ke kuratif atau pengobatan saja, tapi kita ingin bergerak kembali, bagaimana supaya proses promosi lebih difokuskan ke ILP tersebut, sehingga dipuskesmas tidak hanya berorientasi program tapi berorientasi juga tentang bagaimana menyelesaikan permasalahan itu sesuai dengan siklus hidupnya.
Hal tersebut dikelompokkan sesuai dengan siklus hidupnya. Di puskesmas juga sudah diberlakukan dengan sistim kluster dan dibagi menjadi lima kluster di setiap puskesmas.
Adapun kelima kluster tersebut, pertama kluster manajemen, kedua ada kluster ibu dan anak sampai remaja, kluster ketiga untuk dewasa dan lansia sedangkan untuk kluster keempat ada pemberantasan penyakit. Disitu ada apotek, rawat inap dan UGD, itu berada di lintas kluster.
” Nantinya ketika ada pasien masuk mereka akan diarahkan ke masing masing kluster itu, sehingga akan lebih banyak pendekatan terkait dengan screaning penyakit dan proses konseling, Sehingga kedepan untuk menjaga kesehatan bisa lebih ditingkatkan, terutama terkait dengan bagaimana kita nanti bisa melaksanakan pola hidup GERMAS, yakni adalah merupakan adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatan budaya hidup sehat, serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat.
Aksi GERMAS ini juga diikuti dengan memasyarakatkan perilaku hidup bersih sehat dan dukungan untuk program infrastruktur dengan basis masyarakat. Itu yang harus kita gaungkan,” kata Nasrullah.
Karena hal tersebut berpengaruh terhadap kesehatan secara menyeluruh, seperti pola hidup sehat dan teratur, harus banyak olahraga dan lain sebagainya yang berkaitan dengan kesehatan,” ujarnya.
Lebih jauh seperti dijelaskan Nasrul, baiknya kita disarankan minimal berolahraga paling tidak 30 menit dalam sehari, itu akan coba kita kembangkan menjadi budaya gemar berolahraga dalam rangka memperbaiki pola hidup yang lebih sehat.
Kemudian yang kedua perbanyak makan sayur dan buah. Tidak hanya wacana dan tidak mesti harus kita cari buah yang mewah mewah, disekitar kita juga banyak buah buah murah mudah didapat dan bervitamin memadai untuk asupan kesehatan tubuh kita.
Ketiga, stop merokok dan yang lebih utama menghindari minuman minuman keras yang berpotensi merusak kesehatan tubuh. Nah yang itu jarang kita lakukan. Masyarakat kebanyakan datang ke puskesmas dalam kondisi sakit, dirawat dan berobat.
Kendati demikian, yang paling utama dilakukan yakni memeriksa kesehatan ke puskesmas, artinya tidak mesti harus berobat dan sakit baru ke puskesmas, kita bisa konsultasi tentang Kesehatan.
Paling tidak disarankan datang ke puskesmas sebulan sekali untuk chek up kesehatan. Kita harus memeriksa diri secara berkala, artinya tidak mesti sakit baru periksa kesehatan ke puskesmas untuk mengetahui kondisi kesehatan masing masing. Bisa dilihat, sekarang masyarakat kita baru umur 40 an yang tadinya merasa sehat namun tiba tiba meninggat dunia. Pola pola Germas ini yang kita coba untuk di masyarakatkan,” himbau Dokter Nasrul.
Yang keenam adalah bagaimana menjaga kesehatan lingkungan dan ini sudah kita deklarasikan dan ini juga terkait dengan lima pilar bagaimana membuang air besar pada tempatnya dan lain sebagainya, ini kita upayakan lewat integrasi layanan primer, hal ini sudah coba diterapkan di semua Puskesmas, hal ini bukan saja diterapkan di puskesmas, tapi sudah mulai ketataran posyandu,” imbuh Dokter Nasrul yang dikenal ramah dan familiar ini.
Diketahui Germas adalah inisiatif dari pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan. Gerakan ini berfokus pada perubahan gaya hidup melalui berbagai aktivitas yang mudah dilakukan dan dapat diintegrasikan dalam rutinitas harian masing-masing. (Ntbexpose/04)











