Ingin Usir Lawyer DML Goes Mul Dikritisi Ketua DPD GMPRI NTB

Lalu Ikra Hafiddin SH : Jangan Rusak Marwah Pemda Loteng dengan statemen murahan

NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Panik dan intoleran, mungkin sebuah predikat yang perlu disematkan kepada para pencari suaka pada kekuasaan. Hal ini tercermin dalam berita yang dirilis oleh NTB EXSPOSE tanggal 1 September 2022 tentang pernyataan Lalu Asrin Mulyanto alias Gus Moul yang ingin mengusir Pengacara Dr. Muzakir Langkir Dari Lombok Tengah, statemen ini sangat provokatif,” ungkap Lalu Ikra Hafiddin SH Ketua GMPRI NTB kepada media Kamis (1/9).

Dikatakan Ikra. Ditetapkannya Dokter Muzakir Langkir sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait dana BLUD Rumah Sakit Umum Daerah pada waktu itu membuat beliau mengeluarkan statement dengan adanya narasi bahwa orang-orang besar di Lombok Tengah juga menerima aliran dana taktis ini. Hal ini juga dibenarkan oleh Kuasa Hukum Dokter ML sendiri.

Dengan adanya statemen ini, respon para oknum yang bersuaka pada kekuasaan mulai naik kepermukaan dengan tendensi narasi yang begitu kolot dan konservatif memberikan ultimatum kepada Kuasa Hukum DML, bukan hanya itu ancaman perilaku anarkis kian didengungkan oleh para tokoh pendukung setia kekuasaan.

Hal ini mencerminkan karakteristik feodal di Lombok Tengah masih ada, bukankah ketika melihat respon ini secara lebih komprehensif menunjukkan bagaimana karakter para pencari Suaka pada kekuasaan yang anti kritik yang akan mengakibatkan kerugian bagi pemerintah yang sedang berkuasa akibat dari ulah segelintir oknum mantan timnya yang kekurangan konsep intelektual, yang membuat statemen untuk mengusir Penasehat Hukum dari Dr. Muzakir Lankir ini.

Seharusnya hal-hal demikian tidak perlu direspon dengan narasi yang mengancam dan berlebihan oleh para pendukung kekuasaan di Lombok Tengah, Debat akademis dengan cara memberikan argumentasi hukum dalam dugaan yang melibatkan individu Kekuasaan merupakan jalan yang paling baik, hal ini juga memberikan kita kesan bahwasanya dalam taraf berdemokrasi Lombok Tengah masih aman,”tutup Ikra.(ntbexpose/02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *