Jika Mandalika adalah wajah modern pariwisata Lombok Tengah yang mendunia, maka di sisi selatannya, di balik perbukitan dan rimbunnya hutan Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat Daya, tersimpan sebuah permata yang masih perawan, masih jujur, dan masih sangat alami. Namanya adalah Air Terjun Rumpang Remeneng.
Destinasi ini bukan destinasi yang akan Anda temukan dengan mudah di brosur-brosur wisata. Ia adalah permata tersembunyi, hidden gem yang sengaja disembunyikan alam untuk mereka yang benar-benar berjiwa petualang.
Panorama yang ditawarkan Rumpang Remeneng adalah definisi dari kata memukau. Bukan air terjun dengan debit besar yang menggelegar, melainkan air terjun dengan karakter yang tenang dan anggun. Airnya jatuh dari tebing karst berwarna cokelat keemasan yang ditumbuhi pakis dan akar-akar besar, langsung menyentuh kolam alami berwarna hijau toska, hijau zamrud yang begitu jernih hingga dasar bebatuan di bawahnya terlihat jelas.
Kombinasi itu sempurna. Di atas, langit biru yang dirobek oleh rindangnya pepohonan tropis. Di tengah, dinding tebing yang eksotis. Di bawah, kolam alami yang mengundang siapa saja untuk menceburkan diri. Suasana sekitar masih sangat alami, sunyi, hanya ditemani suara gemericik air dan kicau burung. Tempat ini adalah pelarian yang sempurna bagi siapa saja yang ingin benar-benar melepas penat, mematikan notifikasi, dan kembali berdialog dengan alam.
Meskipun belum begitu populer di kalangan wisatawan umum dan belum masuk dalam radar mass tourism, keindahan Rumpang Remeneng rupanya telah lebih dulu menyebar dari mulut ke mulut. Dari tongkrongan remaja lokal hingga kalangan wisatawan mancanegara (bule) yang haus akan wisata otentik.
“Tempat wisata satu ini sangat bagus dan alami sekali. Kita bisa mandi dan bersenang-senang sambil dimanjakan dengan suasana yang indah di sini,” ujar RM. Pramada Wardana, atau yang akrab disapa Rama, salah seorang pengunjung yang ditemui di lokasi, Minggu (25/10).
Kesaksian Rama adalah representasi dari kekaguman banyak pengunjung pertama. Mereka datang dengan ekspektasi biasa, namun pulang dengan ingatan yang luar biasa.
Namun, seperti halnya semua permata yang masih perawan, Rumpang Remeneng menyimpan sejumlah tantangan yang harus ditaklukkan untuk bisa menikmati keindahannya.
Di balik keindahannya yang luar biasa, akses jalan menuju lokasi dilaporkan masih jauh dari kata memadai dan belum tersentuh pembangunan yang optimal. Jalan masih berupa jalan tanah dan bebatuan yang akan menjadi cukup licin saat musim hujan.
Selain kondisi jalan, ketersediaan fasilitas pendukung juga menjadi pekerjaan rumah yang paling mendesak. Area parkir yang layak belum tersedia.
“Akses parkir yang tidak ada. Ada mungkin, tapi tidak terawat karena sangat dalam,” tambah Rama menyoroti fasilitas di sekitar lokasi wisata dengan nada berharap.
Kondisi infrastruktur yang masih minim inilah yang kini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Pemerintah Desa, Dinas Pariwisata, dan Dinas PUPR Lombok Tengah. Potensi wisata alam yang luar biasa di Air Terjun Rumpang Remeneng tentu akan semakin berkembang pesat dan menarik lebih banyak kunjungan wisatawan, sekaligus menggerakkan ekonomi warga Montong Ajan, jika mendapat perhatian khusus pada perbaikan akses jalan serta penataan fasilitas umum yang layak, bersih, dan berkelanjutan.
Bagi Anda yang berjiwa petualang sejati, yang bosan dengan destinasi wisata yang itu-itu saja dan sudah terlalu ramai, Air Terjun Rumpang Remeneng di Montong Ajan ini adalah jawabannya. Ia tidak menawarkan kemewahan resort, ia menawarkan kemewahan yang jauh lebih mahal, keheningan, keasrian, dan keindahan yang masih jujur. Layak masuk dalam daftar teratas kunjungan liburan Anda selanjutnya di Lombok Tengah.(*/Rd)












