Geger ! Malam Minggu Berdarah Pedagang Pentol Diduga Dirampok Sadis di Jalur Sepi Batu Jangkih, Video Beredar Bikin Warga Resah

NTB EXPOSE. LOMBOK TENGAH – Suasana Lombok Tengah mendadak geger pada Sabtu malam, 11 Oktober 2026. Sebuah video perampokan yang beredar luas di grup WhatsApp membuat masyarakat resah dan ketakutan.

Dugaan peristiwa perampokan sadis itu diperkirakan terjadi pada malam Minggu,10 Oktober 2026, di jalur sepi antara Dusun Gerintuk Desa Batu Jangkih menuju Dusun Moles, Kecamatan Praya Barat Daya.

Korban diketahui seorang pedagang pentol keliling yang diduga berasal dari Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Dalam video yang beredar, korban tampak tergeletak bersimbah darah bersama sepeda motor dan gerobak pentolnya usai menjadi sasaran pelaku.

Kabar ini sontak menggegerkan masyarakat. Jalur Gerintuk – Moles memang dikenal sepi dan minim penerangan, sehingga kerap menjadi lokasi rawan tindak kejahatan.

Salah seorang warga Batu Jangkih, Usman, mengaku kejadian serupa bukan pertama kali terjadi. Ia menyebut, wilayah perbatasan tiga desa bagian atas yakni Desa Batu Jangkih, Montong Ajan, dan Desa Montong Sapah sudah sering menjadi sarang curas, curat, hingga perampokan.

“Kejadian serupa sudah sering terjadi di Praya Barat dan Praya Barat Daya, tepatnya di sekitar tiga desa bagian atas. Yakni di sekitar Desa Batu Jangkih, Montong Ajan dan Desa Montong Sapah,” ujar Usman kepada media ini, Minggu (11/10).

Lebih mengejutkan lagi, Usman menduga kuat maraknya aksi kejahatan dan kriminal ini tidak lepas dari dua faktor utama, himpitan ekonomi dan maraknya peredaran narkoba yang merusak generasi muda.

“Diduga kuat penyebab maraknya kejadian kriminal seperti curas, curat dan perampokan akhir-akhir ini selain ekonomi adalah masih maraknya narkoba. Hal tersebut sangat merusak generasi pemuda bahkan anak-anak. Ini sudah bertahun-tahun tapi sepertinya belum ada tindakan maksimal dari pemerintah dan aparat kepolisian untuk mengatasinya,” ungkap Usman geram.

Warga kini berharap ada evaluasi besar-besaran terhadap kinerja kepolisian masyarakat (Polmas) di desa-desa terkait. Mereka ingin rasa aman dan nyaman kembali hadir di kampung mereka.

“Harapan kami kinerja Polmas desa-desa terkait agar bisa dievaluasi, demi keamanan dan kenyamanan masyarakat,” cetusnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Lombok Tengah melalui Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, belum berhasil dikonfirmasi. Saat dihubungi wartawan melalui telepon seluler, nomor yang bersangkutan belum tersambung dan masih tidak aktif.

Pihak kepolisian diharapkan segera memberikan penjelasan resmi terkait kebenaran video perampokan tersebut dan langkah pengamanan di jalur rawan Batu Jangkih.(*/Rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *