Festival Budaya dan Deklarasi Damai di Pringgarata: Wabup Nursiah Tekankan Budaya Sebagai Etika Demokrasi Pilkades

NTB EXPOSE. LOMBOK TENGAH – Ada cara unik yang dilakukan Kecamatan Pringgarata dalam menyongsong Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026. Semangat pelestarian budaya dan komitmen demokrasi dipadukan dalam satu panggung, yakni Festival Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kabupaten Lombok Tengah yang dirangkaikan dengan Deklarasi Damai Pilkades, Sabtu (17/10/2026).

Lapangan Kecamatan Pringgarata pun disulap menjadi ruang perjumpaan budaya, demokrasi, dan ekonomi rakyat. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus menegaskan komitmen seluruh elemen untuk menyukseskan Pilkades yang aman, damai, tertib, dan demokratis.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah,S.Sos.,M.Si., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lombok Tengah, Baiq Murniati, S.Sos., AP., mantan Bupati Lombok Tengah H. Lalu Wiratmaja, Ketua KPU Lombok Tengah Hendri Harliawan,S.Pd.,M.Si., jajaran Forkopimda, Forkopimcam, para kepala desa, 32 calon kepala desa dari 9 desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ribuan warga Pringgarata.

Dalam laporannya, Camat Pringgarata, Lalu Winata Kusuma, S.T., menyampaikan bahwa Pilkades serentak di wilayahnya akan diikuti oleh 9 desa dengan total 32 calon kepala desa yang siap berkompetisi secara sehat.

Ia memberikan apresiasi khusus atas penampilan para calon kepala desa yang turut ambil bagian dalam pembukaan festival. Kehadiran mereka bersama perwakilan keluarga masing-masing desa dinilai menjadi simbol kesiapan dan kedewasaan politik.

“Penampilan para calon kepala desa dalam pembukaan festival ini sangat luar biasa, penuh keagungan dan menunjukkan langkah pasti. Mereka hadir didampingi keluarga, ini adalah pesan kuat bahwa kita siap bersaing namun tetap menjaga kebersamaan,” ungkap Lalu Winata.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kecamatan Pringgarata, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang telah menyukseskan acara tersebut.

Menurut Wabup, inovasi memadukan festival budaya dengan tahapan Pilkades adalah langkah cerdas dan beradab. Budaya bukan sekadar tontonan dan identitas, melainkan tuntunan — menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, termasuk dalam berdemokrasi.

“Budaya adalah etika. Festival budaya dan Pilkades ini sangat erat kaitannya untuk menghasilkan Pilkades yang aman, lancar, dan sukses, terutama demi melahirkan pemimpin-pemimpin desa yang berkualitas dan berbudaya,” tegas Wabup Nursiah.

Ia mengingatkan bahwa seluruh tahapan Pilkades, mulai dari deklarasi damai, pengenalan calon, hingga hari pencoblosan, harus dijalankan dengan prinsip kejujuran, keadilan, keterbukaan, dan penghormatan terhadap pilihan rakyat. Para calon dan pendukung diminta untuk mengedepankan persaudaraan di atas kepentingan politik sesaat.

“Harapan saya, siapa pun yang terpilih nantinya adalah pilihan murni dari suara terbanyak masyarakat di masing-masing desa, tanpa tekanan dan tanpa konflik,” pesannya.

Tidak hanya menjadi panggung pelestarian budaya dan penguatan demokrasi, festival ini juga menjelma menjadi panggung ekonomi rakyat. Kehadiran puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjajakan produk lokal, mulai dari kuliner tradisional hingga kerajinan tangan, turut menyemarakkan suasana dan menggerakkan roda perekonomian warga.

Ramainya pengunjung dari berbagai desa yang datang menyaksikan festival menjadi berkah tersendiri bagi pedagang lokal.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berharap semangat kebersamaan yang terbangun di Lapangan Pringgarata ini tidak berhenti sampai di sini. Energi positif dari pelestarian budaya, demokrasi yang sehat, dan pemberdayaan ekonomi ini diharapkan terus terjaga hingga seluruh tahapan Pilkades selesai, demi terwujudnya desa yang maju, berbudaya, dan Lombok Tengah yang semakin gemilang.(*/Ntbexpose/04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *