NTB EXPOSE. LOMBOK TENGAH – Pelaksanaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Dusun Batu Ngereng, Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, kembali menunjukkan hasil gemilang. Kegiatan yang berlangsung Senin (14/9/2026) ini diikuti seluruh ibu balita dengan tingkat kehadiran mencapai 100 persen.
Pencapaian ini menjadi salah satu indikator keberhasilan kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak, sepanjang 2026.
Ketua Kader Posyandu Dusun Batu Ngereng, Rusmiati, menyampaikan konsistensi warga dalam mengikuti kegiatan posyandu.
“Ya, tingkat kehadirannya 100 persen, sama seperti bulan-bulan kemarin,” ujarnya.
Dijelaskannya, kolaborasi Dinkes, Puskesmas, dan kader jadi kunci. Keberhasilan Posyandu Batu Ngereng tidak lepas dari pendampingan intensif petugas kesehatan. Hadir dalam kegiatan tersebut petugas Puskesmas Bonjeruk Baiq Atun, serta tenaga Polindes Desa Bunkate Bidan Titin Damayani dan Perawat Marta Diana W.
Petugas Puskesmas Bonjeruk, Baiq Atun, mengapresiasi kedisiplinan kader dan kesadaran para ibu.
“Posyandu di sini selalu rapi. Kadernya rajin, begitu juga ibu-ibu yang membawa anak balitanya selalu hadir. Pokoknya selalu rapi kalau di sini,” kata Atun.
Terkait pelayanan imunisasi, Bidan Titin Damayani menjelaskan strategi efisiensi vaksin campak yang diterapkan sesuai arahan Dinkes.
“Satu botol itu untuk 10 orang. Itu penyebabnya makanya diarahkan ke Polindes, karena satu botol tidak bisa untuk satu orang. Kalau hanya digunakan untuk satu orang, sisanya akan sia-sia,” jelasnya.
Kepala Puskesmas Bonjeruk yang mewakili Dinas Kesehatan Lombok Tengah, memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi masyarakat Batu Ngereng. Menurutnya, kehadiran 100 persen ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak.
“Kami tentu sangat mengapresiasi tingginya tingkat kehadiran masyarakat dalam kegiatan Posyandu. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak semakin baik. Kami berharap partisipasi seperti ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” katanya.
Ia menegaskan, salah satu fokus Dinkes Lombok Tengah di 2026 adalah penguatan peran kader Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di desa.
“Peran kader Posyandu sangat penting karena mereka merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat. Para kader membantu memberikan pelayanan, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan ibu dan anak,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen, Dinkes Lombok Tengah juga terus mengimbau orang tua untuk rutin membawa balita ke Posyandu setiap bulan.
“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar rutin membawa anaknya ke Posyandu setiap bulan. Dengan pemeriksaan rutin, pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dipantau sejak dini sehingga apabila ditemukan masalah kesehatan, bisa segera ditindaklanjuti. Mari bersama-sama menjaga kesehatan ibu dan anak melalui Posyandu,” pungkasnya.
Keberhasilan Posyandu Batu Ngereng diharapkan menjadi model bagi dusun lain di Lombok Tengah. Dengan sinergi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, kader, dan masyarakat, upaya pemantauan tumbuh kembang balita dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat di 2026 terus menunjukkan tren positif.(*/Ntbexpose/04)












