Bupati Haerul Warisin Lantik 672 Pengurus DMI Lombok Timur : Masjid Dijadikan Pusat Peradaban dan Solusi Umat 2026-2031

NTB EXPOSE. LOMBOK TIMUR — Semangat untuk menghidupkan masjid tidak hanya sebagai tempat sujud, tetapi juga sebagai pusat peradaban, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat kembali digaungkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Komitmen itu ditandai dengan pelantikan besar-besaran 672 Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia (DPC DMI) se-Kabupaten Lombok Timur masa bakti 2026–2031. Acara khidmat tersebut digelar di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (27/8), dan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, camat, serta para pengurus masjid dari seluruh kecamatan.

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan bahwa peran DMI ke depan harus melampaui pengurusan fisik masjid. Menurutnya, masjid harus hidup 24 jam sebagai ruang pembinaan.

“Masjid tidak hanya menjadi tempat shalat lima waktu. Masjid adalah tempat membina akhlak, tempat menimba ilmu, dan tempat memberikan pelajaran berharga bagi generasi muda kita agar tidak tergerus arus zaman,” ujar Bupati Haerul Warisin di hadapan 672 pengurus yang baru dilantik.

Ia mengingatkan, amanah yang dipikul para pengurus DMI adalah amanah besar. Karena itu butuh keikhlasan, ketekunan, dan tanggung jawab penuh agar setiap langkah dan program yang dijalankan bernilai ibadah serta diridai Allah SWT.

Bupati menekankan tiga pilar utama yang harus dikuatkan DMI di tingkat desa: spiritual, pendidikan, dan ekonomi umat.

Di bidang spiritual, masjid didorong menjadi pusat kajian, hafalan Al-Qur’an, dan pembinaan remaja masjid. Di bidang pendidikan, masjid diharapkan menjadi tempat bimbingan belajar, literasi, dan pelatihan keterampilan. Sementara di bidang ekonomi, masjid bisa menjadi motor penggerak koperasi, BUMMas, dan pemberdayaan UMKM berbasis jamaah.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan pengurus masjid harus terus kita kuatkan. Mari kita jadikan masjid sebagai rumah bersama. Rumah untuk membangun karakter anak bangsa, rumah untuk menyelesaikan persoalan sosial, dan rumah untuk mewujudkan ksejahteraan umat,” tambahnya.

Selain pelantikan, Bupati juga memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan capaian Pemerintah Daerah selama satu tahun terakhir. Beberapa program prioritas yang disorot antara lain peningkatan pelayanan kesehatan di puskesmas, perbaikan infrastruktur jalan desa, bantuan untuk rumah ibadah, hingga penguatan program ketahanan pangan di tingkat kecamatan.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh tangan-tangan pengurus DMI yang sampai ke pelosok desa untuk memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat,” jelas Haerul.

Dengan dilantiknya 672 pengurus DPC DMI yang tersebar di seluruh kecamatan, Pemkab Lombok Timur menargetkan jaringan pembinaan keagamaan di desa-desa menjadi semakin solid. DMI diharapkan menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menangkal paham radikal, narkoba, dan kenakalan remaja.

Acara pelantikan ditutup dengan pembacaan doa bersama dan penandatanganan berita acara pelantikan oleh seluruh ketua DPC DMI kecamatan se-Lombok Timur. Suasana haru dan semangat kebersamaan tampak saat para pengurus mengucapkan ikrar untuk mengabdi.

Kini, dengan nakhoda baru, DMI Lombok Timur diharapkan benar-benar menjelma sebagai pusat peradaban umat. Bukan hanya makmur dalam bangunan, tetapi juga makmur dalam ilmu, amal, dan kesejahteraan jamaahnya. (Ntbexpose/03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *