NTB EXPOSE. LOMBOK TENGAH. Reses pertama pada masa sidang pertama tahun sidang 2025 s/d 2026, anggota DPRD Dapil 5, Saiful Muslim SH dari Partai Amanat Nasional beberapa hari terakhir sedang mulai dilaksanakan di 6 lokasi.
Dari 6 lokasi tersebut salah satunya dilaksanakan di Dusun Montong Praja, Desa Pengenjek Kecamatan Jonggat pada malam Rabu (12/11).
Menurut Saipul dalam sambutannya mengatakan, kita datang reses untuk menyerap aspirasi masyarakat, jangan sampai dikatakan, kita datang pada saat kampanye saja, kami hadir untuk bersilaturahmi berdiskusi menyerap aspirasi masyarakat,” ujarnya familiar dihadapan warga sekitar.
Dalam acara reses tersebut mungkin ada yang berdiskusi tentang pendidikan, sosial maupun pertanian, mari kita diskusikan karena ketiga hal tersebut sangat penting untuk ditindaklanjuti, mengingat tujuan reses ini adalah tidak lain semata-mata untuk menyerap aspirasi masyarakat untuk kita sampaikan ke Pemerintah daerah tentunya,” terang Saiful Muslim.
“Keluhan atau masukan masyarakat akan kami sampaikan ke Legislatif dan Pemda guna bisa diprioritaskan,” tegasnya.
Untuk kedepan kita akan reses diluar desa Pengenjek dan tentu akan digilir terhadap desa desa lainnya diluar desa Pengenjek.
Dikatakannya, untuk saat ini Desa Pengenjek sudah diberikan SK sebagai desa pemekaran. Desa Pengenjek sebagai desa induk terdiri dari 6 Dusun.
Sedangkan untuk desa pemekaran yaitu Desa Brembun Mulia terdiri dari 5 lima dusun. Sedangkan untuk Desa Beber Sejati terdiri dari 5 dusun.
Dikatakannya, kenapa pemekaran ini perlu disampaikan, karena dulu ini adalah salah satu tujuan target pencalonannya untuk memekarkan Desa Pengenjek, dan Alhamdulillah sudah tercapai maksud kita semua,” tukas Saiful.
Dikatakannya, adapun manfaat pemekaran desa, tidak lain untuk memberikan kemudahan dalam. pelayanan masyarakat, dan tentu pembangunan akan cepat tercapai, pelayanan masyarakat akan semakin mudah. Selain itu dengan adanya pemekaran desa ini, otomatis anggaran akan terbagi merata untuk setiap desa.
Lebih jauh Saiful mengatakan, untuk kegiatan reses ini, apa yang disampaikan masyarakat saat diskusi itu akan ditindaklanjuti guna dilaksanakan sesuai kemampuan kami,” tukasnya.
Selain itu juga sempat dibahas mengenai usulan masyarakat tentang pemekaran dusun, pembangunan infrastruktur jalan desa, jalan gang 300 meter dan lain sebagainya.
Dalam acara reses tersebut ada masyarakat yang meminta papan tulis untuk anak-anak mengaji dan langsung direspon untuk direalisasi saat itu juga oleh Saiful Muslim.
Selain itu juga, ada aspirasi dari masyarakat lainnya, mengenai persoalan sampah agar segera diatasi, untuk dibuatkan tempat pembuangan akhir.
Dikatakan Saiful Muslim persoalan sampah ini memang persoalan yang berat, memang pada saat saya reses sebelumnya sudah kita ajukan ke Pemdes, satu tahun sampahnya menggunung sehingga pemilik tanah menyetop sewa tersebut.
Dalam diskusi tersebut mereka mencari solusi, namun akhirnya disepakati bahwa kita harus bekerjasama dgn Dinas Lingkungan Hidup. LHK maunya ada Bertanggung jawab di masing masing TPS,” kata Saiful Muslim.
Dengan catatan harus dibayar 250 ribu perminggu atau sejuta sebulan dan itu bisa dilakukan urunan dengan setiap warga harus membayar 20 ribu perbulan.(Ntbexpose/03)












