NTB EXPOSE. Lombok Tengah— Pusat Advokasi dan Aksi Pemuda (PAAP) NTB menggelar audiensi dengan Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Tengah untuk mengungkap sejumlah persoalan pelayanan dasar, mulai dari jalan rusak, penumpukan sampah, hingga buruknya pelayanan air bersih oleh PDAM.
Audiensi yang berlangsung di Kantor DPRD Lombok Tengah itu dihadiri jajaran Komisi III DPRD, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Direktur Teknis PDAM Lombok Tengah. PAAP NTB menilai persoalan tersebut telah lama dikeluhkan masyarakat dan berdampak langsung pada aktivitas warga.
Sekretaris Jenderal PAAP NTB, Muhammad Zulkarnain, SH, menyoroti kondisi jalan Barabali–Praya yang rusak meski merupakan jalur strategis, persoalan sampah di Pasar Barabali, serta kebocoran pipa PDAM yang kerap lambat ditangani. Menurutnya, sebagian besar masalah tersebut sebenarnya bisa diselesaikan dengan penanganan cepat di lapangan.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi III DPRD Lombok Tengah, Ki Agus Azhar, SH, menyebut keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama. Dinas PUPR mengungkapkan dari sekitar 800 kilometer jalan kabupaten, baru 74 kilometer yang berada dalam kondisi mantap, sementara ratusan kilometer lainnya masih membutuhkan perbaikan.
Sementara itu, DLH mengakui persoalan sampah dipicu keterbatasan armada serta rendahnya kesadaran masyarakat. DLH menyatakan telah menurunkan armada tambahan untuk membersihkan kawasan Pasar Barabali sejak awal Januari 2026.
Persoalan PDAM menjadi sorotan paling tajam. PAAP NTB menilai kebocoran pipa sering merusak jalan tanpa perbaikan maksimal. Direktur Teknis PDAM Lombok Tengah menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti aduan tersebut dan berjanji melakukan perbaikan dalam waktu satu minggu.
PAAP NTB menegaskan akan terus mengawal hasil audiensi tersebut. Jika komitmen yang disepakati tidak direalisasikan, PAAP NTB menyatakan siap menempuh langkah aksi lanjutan. (*)






