Istri Bupati Loteng Prioritaskan Pencegahan Stunting dan Pernikahan Anak

NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Pada saat kedatangan istri Pj Gubernur NTB Desy Hasanudin selaku Ketua TP PKK Propinsi NTB, di Gedung PKK pendopo Bupati Lombok Tengah, Selasa (20/8) Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Lombok Tengah memberikan penyuluhan kepada remaja remaja sekolah baik dari tingkat SMP dan SMA dan juga sederajat.

Pada penyuluhan tersebut  diharapkan bisa menekan angka stunting dan angka pernikahan anak guna menyelamatkan generasi bangsa dari keterpurukan mental yang berimplikasi terhadap gangguan kesehatan.

Pada saat acara penyuluhan meliputi kampanye penyalahgunaan narkoba, pencegahan pernikahan anak, bullying, dan lindungi anak dari kekerasan baik secara verbal maupun non verbal

Menurut Hj  Baiq Nurul Aini selaku ketua TP PKK Lombok Tengah mengungkapkan, ke depan pihaknya akan menjadikan anak-anak perwakilan sekolah sebagai counsellor untuk teman-teman di sekolah mereka terutama untuk beberapa lokus yang pernikahan anaknya lumayan tinggi, baik bagi pelajar SMA sederajat didesa maupun kelurahan.

Dalam kampanye yang dilakukan adalah merupakan upaya dalam membantu Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, pencegahan pernikahan dini, bullying, dan lindungi anak dari kekerasan dan keterbelakangan mental karena itu dapet merusak kesehatan baik secara psikis maupun non psikis.

Baiq Nurul tidak menampik angka pernikahan anak di Lombok Tengah masih tergolong tinggi, bahkan pihaknya mendapat informasi bahwa ada kasus pernikahan anak SD dan ini sangat ironis.

Diketahui angka pernikahan anak masih tinggi, di atas rata-rata. Kami akan lebih banyak sosialisasi menyasar anak-anak SMP dan SMA sederajat,” kata Baiq Nuril Aini Pathul Bahri.

Ditempat yang sama, Penjabat Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Nusa Tenggara Barat, Ibu Dessy Hassanudin berpesan agar anak anak saling asah, asih, asuh, saling menghargai dan mencintai.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Deklarasi Anti Kekerasan, Anti Bullying, Anti Narkoba dan Pernikahan Usia Dini di Gedung PKK Loteng pada acara yang dihadiri oleh sedikitnya 200 orang siswa siswi SMA/ SMK se Lombok Tengah di Aula TP PKK Loteng.

“Kehadiran kalian menunjukkan semangat dan komitmen agar bisa mensosialisasikan lagi pada teman sebaya,” ucapnya.

Dikatakannya, Pemprov NTB mengapresiasi Loteng sebagai kabupaten layak anak nasional yang berhasil menurunkan kasus kekerasan dan pernikahan usia dini sejak 2022.

Sebagai upaya lanjutnya, sistem pencegahan harus dibangun dan dijalankan serta mendorong siswa untuk berani melaporkan tindakan kekerasan, bullying sampai narkoba di lingkungan sekolah.

Sebelumnya, Ibu Dessy Hassanudin yang juga selaku Bunda PAUD NTB mengunjungi PAUD Anak Negeri, Lingkungan Rancak, Kelurahan Praya dan Posyandu setempat.

Selain berinteraksi dengan anak didik dan memberikan bantuan, Ibu Dessy juga mencoba makanan tambahan untuk bayi dan balita yang sedang dibuat para kader Posyandu. Ia menyarankan agar makanan tambahan bagi bayi dengan berat badan rendah ini diberikan penyedap seperti garam dan rasa dari bahan alami untuk meningkatkan nafsu makan. Menurut salah seorang kader, pemberian makanan tambahan dilakukan selama empat bulan berturut turut. Turut mendampingi, Ibu Sekda NTB, Kadis Kesehatan  Kadis DP3AP2KB dan para kader TP PKK. (Ntbexpose/04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *