DR. H. Suardi : Program ILP diharapkan inflasi pembiayaan kesehatan terhadap masyarakat menurun

NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Setelah Launching program ILP atau integrasi layanan primer yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Lombok Tengah, dibuka oleh Bupati Lombok Tengah HL.Pathul Bahri S.IP M.AP pada hari Rabu (21/8) di Puskesmas Puyung, ditempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, DR. H Suardi S.KM MPH menjelaskan maksud dan tujuan launching ILP ini diharapkan nantinya biaya atau inflasi pembiayaan untuk konsep pelayanan kesehatan terhadap masyarakat luas menurun, karena konsep kita tidak lagi kearah kuratif pengobatan tapi mengarah kearah preventif dan promotif.

Adapun pembiayaan terhadap program ILP ini untuk 29 puskesmas yang tersebar di Lombok Tengah, hingga saat ini biaya keseluruhan mencapai 85 milyar, ini untuk pengobatan saja dan itu bersumber dari APBD dan APBN.  Kalau angka kesakitan kita menurun tentu anggaran sebesar itu bisa kita gunakan untuk keperluan lainnya menangani yang lebih preventif maupun membangun sarana dan prasarana,” terang Suardi.

Hal tersebut bertujuan supaya nanti semuanya bisa terintegrasi sesuai dengan usia atau siklus kehidupan, maka semuanya akan terukur dan terarah dengan pelayanan. Untuk penghematan belum kita hitung secara riel tapi mencegah lebih baik daripada mengobati.

Dicontohkan Suardi, kita lihat saja dibeberapa negara seperti yang kita dengar, bahwa biaya inflasinya sudah menurun atau rendah adalah negara Kuba dan India, karena mereka mengurus prepentif dan promotifnya jadi tidak lagi kearah kuratif.

Selain itu seperti saya sampaikan kalau kesehatan masyarakat dijamin pembiayaan ataupun kesehatannya, mereka tidak perlu terlalu berpikir. Kalau sebelumnya sudah tidak ada biaya hingga menambah beban pikiran dan menjual apa saja yang dimiliki justru akan membuat mereka tambah sakit,” kata Suardi.

Terkait kesiapan SDM yang tidak jarang dikeluhkan oleh masyarakat dengan sistim pelayanan yang dirasa belum maksimal atau dengan sistim terintegrasi ini, dan berkaitan dengan SDM, seiring dengan waktu tetap kita perbaiki karena ini juga program atau hal yang baru tetapi mengarah ke digital tentunya berkaitan juga dengan sistim jaringan ketika disana ada gangguan jaringan maka pada saat kita sedang rekam medik elektronik itu kita bisa saja terganggu.

Intinya titik tekannya ketika kita berhadapan dengan kinerja digital    elektronik tentu kita harus memprioritaskan jaringan menjadi skala prioritas utama untuk kita siapkan. Kembali ke implementasi ILP ini sudah kita laksanakan dan kita juga pernah melakukan kaji tiru ke Sumbawa menjadi pilot project Kemenkes di Puskesmas Jereweh terkait dengan ILP, ” tutup Kadikes. (Ntbexpose/04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *