Bermitra Dengan Puskesmas Kader Kesehatan Posyandu Harus Memiliki 25 Skill

NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Dinas Kesehatan Lombok Tengah melalui Bidang Kesehatan masyarakat tepatnya di sektor Promosi Kesehatan yang menangani Promosi kesehatan mengatakan, ada tiga program kegiatan yang kami lakukan yakni advokasi, pemberdayaan dan kemitraan.
Khusus untuk pemberdayaan lebih banyak di posyandu dan saat ini kami sedang melatih petugas tentang potensi kader. Hal tersebut dikatakan Al Muslim. SKM M.kes yang menangani promosi kesehatan di Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, kepada wartawan Kamis, (13/6) baru baru ini.

Dikatakannya, untuk para kader kader posyandu ini, ada kegiatan di propinsi yang akan diikuti mereka seperti tahun sebelumnya, yaitu kegiatan untuk kader berprestasi agar diikutsertakan dalam lomba kader atau Jambore Nasional para kader posyandu di Jakarta yang dimulai pada tahun 2023 lalu, ” kata Al Muslim.

Dijelaskannya, kalau untuk rekrutment kader kader posyandu sebenarnya disiapkan pihak desa, sedangkan kita di Dinas Kesehatan tidak lebih dari kemitraan untuk memberikan peningkatan kapasitas bagi mereka selaku mitra di posyandu posyandu yang ada di tiap tiap puskesmas,” ungkap Muslim.

Terkait rekrutment seperti pendanaan maupun insentif para kader dipersiapkan oleh pihak desa yang menganggarkan, selain pada peningkatan kapasitas, kita hanya membantu memfasilitas sebagai narasumber.

Dijelaskan Muslim, mengenai kader kader posyandu ini sekarang dibawah wewenang DPMD, akunnya memang ada disana kendati sebelumnya dulu pernah dibawah wewenang Dinas Kesehatan. tapi sekarang nomenklaturnya berbeda dan kembali di bawah wewenang dan kebijakan pemerintah desa.

Untuk jumlah para kader posyandu yang membantu di masing masing desa jumlahnya minimal lima dan paling banyak sembilan orang kader dan itu  disiapkan di tiap desa di Lombok Tengah yang terdiri dari 12 Kecamatan. Berdasarkan perbedaan jumlah kader itu yang bervariatif karena tergantung luas wilayah kerja, sasaran dan tergantung juga sama ketersediaan dana desa untuk para kader.

Untuk peningkatan kapasitas yang diberikan puskesmas kepada para kader itu memiliki acuan kerja yang terdiri dari 25 ketrampilan yang harus dimiliki dan itu yang dinilai sebagai peserta kader berprestasi,” pungkas Al Muslim.

Dari informasi yang dihimpun, berikut 25 Ketrampilan Dasar Layanan Kader Kesehatan Bagi Kesehatan Masyarakat Keterampilan Pengelolaan Posyandu yang dimaksud. Pertama 1. Menjelaskan paket layanan posyandu untuk seluruh siklus hidup
2. Melakukan pencatatan dan pelaporan
3. Melakukan kunjungan rumah
4. Melakukan komunikasi efektif

Keterampilan Bayi dan Balita :
1. Menjelaskan Penggunaan Buku KIA bagian balita
2. Melakukan penyuluhan ASI Eksklusif, MP ASI Kaya Protein Hewani sesuai umur
3. Melakukan penimbangan, pengukuran panjang/ tinggi badan dan lingkar kepala, lengan atas
4. Menjelaskan hasil pengukuran berat dan tinggi badan normal, kurang dan tindak lanjutnya
5. Menjelaskan stimulasi perkembangan, vitamin A dan obat cacing sesuai umur
6. Menjelaskan layanan imunisasi rutin lengkap dan PD31 (Hepatitis, Difteri, Campak, Rubela, Diare)
7. Menjelaskan pemantauan tanda bahaya bayi dan balita

Keterampilan Ibu Hamil, Menyusui :
1. Menjelaskan Penggunaan Buku KIA bagian ibu hamil, nifas
2. Melakukan penyuluhan Isi Piringku Ibu Hamil dan Ibu Menyusui
3. Menjelaskan Pemeriksaan Ibu Hamil dan Ibu Nifas
4. Menjelaskan bahwa ibu hamil perlu memantau berat badan, lingkar lengan dan tekanan darah dengan kurva Buku ΚΙΑ
5. Menjelaskan anjuran minum TTD setiap hari selama hamil
6. Menjelaskan pemantauan tanda bahaya ibu hamil, ibu nifas

Keterampilan Usia Sekolah & Remaja :
1. Melakukan penyuluhan isi piringku dan aktivitas fisik
2. Menjelaskan program pencegahan anemia (TTD dan skrining Hb remaja putri)
3. Melakukan penyuluhan bahaya merokok dan NAPZA, dan kehamilan remaja

Keterampilan Usia Dewasa da Lansia :
1. Melakukan penyuluhan Germas (isi piringku, aktivitas fisik dan cek kesehatan)
2. Menjelaskan penyakit terbanyak (obesitas, hipertensi, diabetes, stroke, kanker, PPOK, TBC, diare, kesehatan jiwa, Geriatri)
3. Melakukan deteksi dini usia dewasa dan lansia dengan pengukuran lingkar perut, tekanan darah (obesitas, hipertensi)
4. Melakukan deteksi dini usia dewasa dan lansia dengan kuesioner ( kesehatan jiwa, geriatri dan diabetes) 5. Melakukan penyuluhan keluarga berencana.(Ntbexpose/03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *