Dikhawatirkan Ada Cluster Baru Covid 19 BNI Praya Disorot

NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Penyaluran berbagai jenis bantuan oleh pemerintah pusat ke masyarakat penerima melalui PT. Bank Nasional Indonesia ( BNI ) di kritik.
Kritikan ini muncul setelah beberapa hari terakhir Kantor Bank BNI yang terletak di jalan Gajah Mada Praya ini padat oleh nasabah dan warga penerima bantuan,” saya khawatir akan ada klaster baru yakni klaster BNI kalau melihat kerumunan yang padat ini ‘ kata Muhamad Samsul Qomar,Direktur Lombok Update yang biasa di panggil MSQ ini

MSQ yang juga mantan dewan Loteng dua periode ini. Lebih jauh, ia merinci data yang di dapat bantuan yang di salurkan dari BNI terdiri dari bantuan BOS Madrasah, UMKM dan bantuan tunai pra kerja, jika ini di berikan dalam satu bank maka praktis kerumunan dan antrian panjang akan terjadi, “ dan ini berbahaya yang datang menerima bantuan ini banyak usia senja bahkan jompo ada juga yang terpaksa membawa balita, ini harus di carikan solusinya.

Dia menambahkan, semestinya ada regulasi khusus terkait penyaluran bantuan ini, sebab jika terus di biarkan maka rentan akan menimbulkan penularan dan menaikkan angka Covid di Loteng yang saat ini masih zona oranye.

Untuk itu, MSQ meminta pihak terkait agar melakukan upaya dengan mengurai para penerima bantuan dan menerapkan protokol yang ketat di area BNI cabang Praya agar tidak terjadi penumpukan masa yang banyak.
Yang paling miris, ada nasabah atau penerima bantuan yang sampai menginap untuk mengambil nomer antriannya, ini membuktikan bahwa kondisi masyarakat kita memang dalam kondisi sudah dan serba terbatas secara ekonomi dan sosial.” Jelas MSQ.

Terkait adanya transfer ke bank penerima selain BNI yang ternyata di Blokir, MSQ menyampaikan bahwa hal tersebut harus segera di carikan jalan keluarnya, silahkan kontak pihak Penanggungjawab PNM Praya tanyakan kenapa rekening diblokir dan harus konfirmasi ke BNI dulu, ini yang menyebabkan keramaian luar biasa itu kan mereka ini rutin dan kontiniu menerima bantuan, jadi datanya sudah jelas.

Beberapa warga yang di temui media ini menyampaikan bahwa mereka datang dari berbagai daerah, salah seorang warga bernama Nunik mengaku ia dari jam 12 malam sudah mengantri karena takut tidak dapat jatah’” kita di batasi 50 orang per hari pak, makanya mau tidak mau kita antri dari malam hari,” ceritanya.

Hingga saat ini penumpukan antrian dan kerumunan masih terjadi belum ada tindakan dari satgas Kabupaten atau pihak kepolisian selain petugas satlantas yang mengatur jalur lalu lintas di depan bank Tersebut. Dan ternyata hasil pantuan kita di semua BNI juga, termasuk di Narmada Lombok Barat juga penuh sesak. Kejadian kerumunan ini sudah berjalan lama tapi diabaikan oleh Pol PP baiknya kasat Pol PP ini mundur saja kalau ga ada gairah kerja,” kata MSQ. (ntbexpose/03)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *