“Batur Ite, HL. Hadrian Irfani Wakil Ketua Komisi X DPR RI Konsisten Bantu Sekolah di Dapil NTB 2 Pulau Lombok

Hadrian Irfani : Tahun 2025 ini ada 100 Sekolah sepulau Lombok yang kami realisasikan bantuannya melalui Jalur Aspirasi termasuk 40 Sekolah di Lombok Tengah

NTB EXPOSE. LOMBOK TENGAH – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, HL. Hadrian Irfani mengatakan Kepada wartawan, terkait dengan Program revitalisasi yang dilaksanakan pada tahun ini merupakan program pemerintah pusat yang anggarannya diambil melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2025.

Revitalisasi ini diusulkan melalui dua jalur, yang pertama dari Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Kabupaten setempat termasuk di Kabupaten Lombok Tengah. Yang kedua usulan dari masyarakat. Nah, usulan dari masyarakat inilah yang difasilitasi oleh Anggota DPR RI termasuk usulan dari saya sendiri sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat 2 Pulau Lombok,” katanya kepada media Sabtu ( 20/9/2025 ) di Praya.

Dijelaskannya, alhamdulillah ditahun 2025 ini total jumlah sekolah yang kita berikan bantuan melalui program revitalisasi ini sebanyak 100 sekolah sepulau Lombok, itu terdiri dari semua satuan pendidikan mulai dari TK /SD, SMP, SMA maupun SMK,” jelas Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Propinsi Nusa Tenggara Barat yang akrab disapa Lalu Ari ini.

” Khusus untuk Kabupaten Lombok Tengah, jumlah yang kita bantu sebanyak 40 sekolah, termasuk SDN 3 Kauman Praya dan SDN Makam di Kelurahan Tiwugalih Praya yang sudah kita visitasi bersama sekolah sekolah lainnya, sisanya 28 sekolah tersebar di berbagai Kecamatan di Lombok Tengah,” kata putra Alm. HL. Fachrudin mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah ini.

Dijelaskannya, adapun pengusulan melalui jalur aspirasi kami yang diusulkan melalui Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah, dengan jumlah anggarannya bermacam-macam, ada yang 500 juta, ada yang 1 milyar, bahkan ada juga 2 milyar, tergantung dari kondisi sekolah,” kata Hadrian.

Dikatakannya, belajar dari pengalaman ini, saya berharap tentu pemerintah daerah harus lebih peka, sebaiknya pemerintah daerah tidak hanya berfokus  kepada pembangunan seperti perbaikan jalan, irigasi dan lain sebagainya, dan yang paling utama adalah investasi didunia pendidikan, saya miris ketika keliling di Lombok Tengah ternyata masih banyak sekolah yang reot, atau kalau kita sundul sedikit hancur atau rusak parah.

Dan inilah kondisi dan situasi di lapangan, kenapa Lombok Tengah saya prioritaskan, memang kalau kita melihat bangunan sekolah yang ada di Lombok Tengah hari ini rusak sedang atau rusak berat itu sangat banyak.

Inilah PR bagi pemerintah daerah dan kami di DPR RI, siap berkolaborasi untuk membantu persoalan-persoalan ini. Oleh karena itu saya juga mengingatkan bahwa mandatory spending sejumlah 20 % untuk pendidikan itu bukan hanya tugas pemerintah pusat, tapi di konstitusi Undang-Undang No : 20/2003 juga dinyatakan bahwa di mandatory spending itu adalah tugas pemerintah daerah untuk menyisihkan anggarannya atau mengalokasikan anggaran 20 % dari APBD. Jadi 20 %, dan itu tidak boleh dari tataran angka saja, kalau  ternyata daerah tidak mampu segera koordinasi dengan kami di pemerintah pusat,” himbaunya.

Disebutkan Hadrian, bantuan untuk tahun ini fisik dulu untuk non fisik bisa melalui BOS atau kegiatan-kegiatan lain, nah kalau bantuan fisik seperti ditahun 2025 ini seperti yang saya jelaskan tadi, sedangkan untuk tahun 2026 kita akan coba rancang lagi supaya bisa dua kali lipat dari bantuan yang kita berikan.

Adapun harapan kami kepada masyarakat, tentu kerjasama dengan pihak sekolah maupun keluarga besar sekolah agar proses revitalisasi ini berjalan dengan lancar sedangkan harapan saya dengan pemerintah daerah sinergi yang dibangun oleh pemerintah pusat dan Daerah harus dilaksanakan.

Manfaatkan seluruh stakeholder baik dari pihak sekolah karena legislatif tidak hanya DPR RI dan saya berharap kepada anggota DPRD untuk menyisihkan sebagian aspirasinya untuk dunia pendidikan. Saya mencontohkan negara negara yang maju hari ini, kenapa mereka bisa maju dan cepat perkembangan karema mereka serius menangani urusan pendidikan,” kata Hadrian dengan jargon kampanye ” Batur Ite, saat Pileg tahun lalu.( Ntbexpose/04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *