Demi Lombok Tengah Bupati dan Wakil Bupati Perlu Dikritisi

Muhdan Rum : Kalau mereka berbuat keliru saya akan duluan teriak !

NTB EXPOSE. Lombok Tengah – H. Muhdan Rum salah seorang anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah Propinsi Nusa Tenggara Barat baru baru ini mengatakan kepada wartawan. Terkait dengan HL. Pathul Bahri SIP dan Dr. HM. Nursiah S.Sos M.Si sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah, ia menaruh harapan besar untuk kemajuan pembangunan Lombok Tengah kedepan,” ungkapnya.

Dijelaskannya. Agar sinergi antara eksekutif dan legislatif yang sudah baik bisa berjalan lebih baik lagi guna menjembatani kepentingan rakyat Lombok Tengah, kita harus saling menguatkan.

” Saya sebagai kader Gerindra, harus tetap mengawal visi misi Bupati dan wakil Bupati. Salah satu contoh dalam janji politiknya ” kadus harus punya sepeda motor NMAX, nantinya harus bisa direalisasi dong, bagaimana caranya agar bisa dianggarkan walau secara bertahap dan itu harus diwujudkan,” tegas Muhdan.

Bupati dan wakil Bupati harus segera membenahi jajarannya. Zaman sekarang memilih pemimpin jangan asal atau jangan memilih orang pintar tapi bego jadi Kepala Dinas. Dimisalkan Muhdan, orang yang memiliki Ilmu Pertanian ditaruh di PUPR, begitu juga sebaliknya, kalau ilmunya PUPR ya harus ditaruh di PUPR jangan di Pertanian dong itu salah,” kata Muhdan.

Muhdan Rum yang dikenal enerjik, vokal dan kritis tersebut mengatakan, penempatan pejabat birokrasi Lombok Tengah nantinya harus,” The right man on the right place dong. artinya harus menempatkan orang pada tempatnya, jangan ilmunya PUPR ditaruh di Pertanian, ini tidak bagus, kalau ini terjadi saya akan teriak,” tegas Muhdan Rum.

” Saya juga tidak perduli saya akan tetap teriak dan mengkritisi Pemerintah karena Kabupaten Lombok Tengah mau maju kok, nanti kalau Bupati dan Wakil Bupati ada kekeliruan saya yang akan paling duluan teriak, ” ulang Muhdan Rum penuh semangat.

Bupati dan Wakil Bupati adalah pemimpin yang harus kita jaga. Jangan mentang mentang kita ini jadi Anggota DPRD dan khusus saya yang juga satu Partai dengan Bupati HL. Pathul Bahri, terus tidak berani ngomong tidak ada itu,” kata Muhdan sambil mengibaskan tangannya.

Bupati dan wakil Bupati harus komitmen dan konsekwen mewujudkan visi misinya. Birokrasi yang dibangun dalam  pemerintahannya harus bisa connect gitu lho. ” Apa keinginan Bupati sebelumnya itu yang mau saya cari pada figur Kepala Dinas mendatang, jangan hanya, nggih asal bapak senang, ya nggak bisalah,” cetus Muhdan

Jadi sekali lagi saya mohon kepada Bupati dan Wakil Bupati untuk harus bersikap tegas, jangan terlalu banyak sosial, sedikit sedikit kasihan, no way. Oleh karena itu demi kebaikan Lombok Tengah kedepan Bupati dan Wakil Bupati perlu dikritisi, sebagai fungsi pengawasan kita,” kata Muhdan.(ntbexpose/03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *