NTB EXPOSE. Lombok Tengah — Rencana aksi demonstrasi dan diskusi publik di Kejaksaan Negeri Lombok Tengah pada Selasa, 20 Oktober 2026 mendatang, menuai protes keras dari kalangan wartawan.
Protes tersebut muncul lantaran dalam surat pemberitahuan aksi yang beredar luas, tertulis peserta aksi sekitar 500 orang dan media online/cetak. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada pukul 09.30 WITA sampai selesai di Kantor Kejari Lombok Tengah.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lombok Tengah, Lalu Amrillah, menyayangkan dan mengecam keras pencantuman media sebagai peserta aksi. Menurutnya, hal itu keliru besar dan harus segera diluruskan.
Tugas mulia media, tegas Amrillah, adalah meliput, mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi ke publik secara independen, bukan menjadi peserta atau bagian dari massa demonstrasi.
“Kami keberatan apabila media dicantumkan sebagai peserta demonstrasi. Media seharusnya ditempatkan sebagai pihak yang melakukan peliputan secara independen, profesional, bukan sebagai bagian dari massa aksi,” tegas Amrillah dengan nada tinggi.
Amrillah menjelaskan, media tetap boleh dan wajib meliput aksi demo tersebut secara profesional, independen, dan berimbang. Namun jika ditulis sebagai peserta, kesannya media menjadi bagian dari penyelenggara aksi. Hal itu jelas bisa merusak independensi, netralitas, dan marwah pers.
“Terlepas itu media sendiri atau kolega, tempatkan posisi media secara proporsional dan profesional. Kami diatur oleh UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Jangan seret-seret media ke dalam kepentingan aksi,” katanya.
PWI Loteng meminta panitia aksi segera mengklarifikasi dan memperbaiki surat tersebut. Jika memang mengundang wartawan untuk meliput, cukup tulis sebagai “media/pers peliput”, bukan sebagai peserta demo.
Amrillah menegaskan, jika surat pencatutan itu tidak segera ditarik dan direvisi, PWI Lombok Tengah tidak segan-segan akan melayangkan somasi resmi kepada lembaga atau pribadi yang mencatut nama media.
“Kami tidak perlu dicantumkan namanya di setiap aksi. Sebagai tugas dan fungsi kami, tanpa diundang pun kami akan datang meliput secara profesional. Media itu meliput, bukan ikut berdemo,” tutupnya.(*/Ntbexpose/04)






