NTB EXPOSE LOMBOK TENGAH – Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Lombok Tengah dalam rangka Hari Jadi ke-81 berlangsung khidmat dan penuh makna, Selasa (14/10/2026). Dipimpin langsung oleh Ketua DPRD H. Lalu Ramdan,S.Ag., paripurna ini dinyatakan kuorum berdasarkan Pasal 110 ayat (1) huruf C Tatib DPRD.
Dalam pidatonya yang berwibawa, H. Lalu Ramdan menegaskan bahwa HUT ke-81 bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah momentum refleksi untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan dan memperkuat komitmen menghadirkan pembangunan yang merata dan berkeadilan.
“Perjalanan 81 tahun Lombok Tengah telah menunjukkan capaian yang patut kita syukuri. Namun masih banyak tantangan yang membutuhkan kerja keras dan sinergi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Ketua DPRD menyoroti tiga pesan kunci yang menjadi perhatian dewan :
1. Duka Mendalam untuk Sade
Di tengah rasa syukur, DPRD menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah kebakaran Rumah Adat Sade, warisan budaya Sasak dan destinasi wisata unggulan. Menurutnya, Sade bukan sekadar bangunan fisik, melainkan identitas dan warisan generasi.
“Kami menyampaikan simpati mendalam. Pemulihannya harus memperhatikan keaslian bangunan, nilai sejarah, dan kearifan lokal. Musibah ini menjadi pengingat pentingnya menjaga aset budaya kita,” tegasnya.
2. Mandalika Harus Beri Manfaat Nyata, Bukan Sekadar Tontonan Dunia
Di sisi lain, DPRD memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 yang kembali mengangkat nama Lombok Tengah di mata dunia. Namun, ia mengingatkan agar euforia internasional itu diterjemahkan menjadi kesejahteraan lokal.
“Keberhasilan MotoGP tidak boleh hanya diukur dari lancarnya acara dan jumlah wisatawan. Harus ada dampak ekonomi yang nyata, berkelanjutan, dan dirasakan luas oleh masyarakat,” katanya.
DPRD mendorong agar setiap dukungan untuk MotoGP sebanding dengan manfaat yang kembali ke daerah, mulai dari peningkatan PAD, pergerakan UMKM, okupansi hotel, hingga pertumbuhan sektor transportasi, kuliner, dan ekonomi kreatif.
3. Pesan Damai untuk Pilkades Serentak 29 Oktober 2026
Menatap agenda besar daerah, Ketua DPRD juga menyoroti pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa serentak pada 29 Oktober 2026. Ia mengajak semua pihak menjaga keamanan dan kedewasaan berdemokrasi.
“Perbedaan pilihan adalah hal wajar. Jangan sampai merusak persaudaraan. Kepala desa terpilih adalah pemimpin bagi seluruh masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu. Jadikan Pilkades sebagai sarana memperkuat demokrasi, bukan sumber perpecahan,” imbaunya.
Paripurna ditutup dengan pekikan semangat “Selamat Hari Jadi ke-81 Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2026. Kerja Nyata Wujudkan Masmirah.”(*/Ntbexpose/04)










