Jadi Destinasi Penyangga KEK Mandalika, Monkey Cave Desa Prabu Siap Sambut Penonton MotoGP 2026

NTB EXPOSE. Lombok Tengah Kekayaan pariwisata di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terus bertambah. Salah satu destinasi wisata baru yang kini naik daun adalah #Monkey Cave# Lombok atau Goa Monyet yang berada di Desa Prabu, Kabupaten Lombok Tengah.

Destinasi wisata alam ini tidak hanya menawarkan keindahan goa yang eksotis, namun juga digadang-gadang menjadi destinasi penyangga utama dalam menyukseskan perhelatan akbar Pertamina Grand Prix of Indonesia – MotoGP Mandalika 2026 pada 9-11 Oktober mendatang.

Pengelola Monkey Cave Lombok, L. Zakiyurrahman, mengungkapkan optimismenya bahwa kehadiran Monkey Cave akan menjadi alternatif wisata bagi ribuan penonton MotoGP yang ingin menikmati sisi lain Lombok Tengah.

“Sejak resmi kami buka pada 24 Agustus 2024 lalu, antusiasme pengunjung sangat luar biasa. Monkey Cave bukan hanya menarik wisatawan mancanegara dan pecinta alam, tapi juga menjadi pusat penelitian akademik,” ujar Zakiyurrahman saat ditemui di Desa Prabu, Kamis (01/10/2026).

Ia menyebut, sejumlah universitas ternama seperti UNU, UNDIKMA, hingga Universitas Mataram (UNRAM) rutin menjadikan kawasan ini sebagai lokasi penelitian.

Bahkan, keindahan alam Desa Prabu telah menarik perhatian tokoh internasional. Salah satunya adalah kunjungan istimewa dari Habib, mekanik Tim Trackhouse asal Malaysia yang merupakan satu-satunya mekanik MotoGP asal Asia.

“Kami sempat menerima kunjungan istimewa dari Habib, mekanik tim Trackhouse asal Malaysia. Ini bukti bahwa magnet wisata Desa Prabu sudah sampai ke telinga insan MotoGP dunia,” katanya.

Dampak positif dari gaung MotoGP Mandalika sangat dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Prabu. Melalui pendampingan dan pelatihan dari ITDC dan Poltekpar Lombok, Monkey Cave Lombok kini menjadi etalase kebangkitan ekonomi kreatif lokal.

Berbagai produk unggulan khas desa berhasil diperkenalkan kepada wisatawan, mulai dari *Teh Prabu* yang diklaim sebagai satu-satunya produk teh yang hanya diproduksi di Lombok, hingga olahan keripik kelapa dan berbagai hasil alam lainnya.

“Dampak MotoGP sangat terasa. Kami dapat mengenalkan produk unggulan seperti Teh Prabu serta olahan keripik kelapa. Ini yang kami harapkan, pariwisata maju, ekonomi warga juga ikut naik,” tambahnya.

Tak hanya UMKM, warga sekitar yang sebelumnya bermata pencaharian tradisional kini mulai bertransformasi menjadi pelaku pariwisata. Banyak yang kini berprofesi sebagai pemandu wisata (tour guide), penyedia jasa transportasi (driver), hingga pedagang kuliner di sekitar lokasi wisata.

Sebagai bentuk komitmen untuk memajukan pariwisata berbasis masyarakat, pengelola Monkey Cave Lombok juga secara konsisten memberikan pelatihan bahasa Inggris gratis bagi warga Desa Prabu. Tujuannya agar warga lokal siap dan percaya diri menyambut wisatawan global yang akan memadati Lombok Tengah selama MotoGP.

“Kami ingin warga kami tidak hanya jadi penonton, tapi menjadi tuan rumah yang siap bersaing. Makanya kami gratiskan pelatihan bahasa Inggris,” ungkap Zakiyurrahman.

Meski kunjungan terus meningkat pesat, ia mengakui pengembangan fasilitas masih menjadi pekerjaan rumah. Pihaknya berharap adanya perhatian dan dukungan lebih dari pemerintah daerah, terutama untuk pembangunan aula penyambutan tamu yang representatif.

“Dengan keunikan alam dan produk lokal khas Desa Prabu, kami berharap Monkey Cave Lombok mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Banyak masyarakat kami yang kini menggantungkan hidup di sektor pariwisata,” tuturnya.

Dukungan pun mulai mengalir. Pada hari yang sama, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Kadis Dikpora) Kabupaten Lombok Tengah turut hadir meninjau langsung keindahan Monkey Cave Lombok sebagai bentuk dukungan terhadap potensi wisata dan pemberdayaan pemuda setempat.

Dengan konsep wisata alam yang autentik dan pemberdayaan masyarakat yang kuat, Monkey Cave Lombok optimis menjadi ikon baru pariwisata penyangga Mandalika yang akan memanjakan penonton MotoGP 2026 dari seluruh dunia.(*/Ntbexpose/04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *