Oleh : Galih Gentar Wardana
Semangat gotong royong warga pemuda Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah menjadi terusik karena melihat kondisi jalan di desanya mulai mengalami kerusakan.
Dipelopori oleh seorang pemuda, mereka turun tangan memperbaiki puluhan lubang maut di jalan utama yang sering dilintasi kendaraan dari Kota Praya menuju Desa Puyung lalu ke arah utara ke Desa Bonjeruk, Sintung hingga Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat.
Sebuah kisah inspiratif tentang inisiatif swadaya para pemuda kreatif yang menanti uluran tangan pemerintah.
Di tengah tantangan infrastruktur jalan di Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat ada yang mulai berlubang dan menganga layaknya kubangan, apalagi di musim hujan seperti sekarang ini, menjadi mercusuar semangat kekompakan anak-anak muda kreatif di Desa Bonjeruk yang merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Lombok Tengah yang sering dikunjungi oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Lalu Wirana Taufik yang lebih dikenal dengan nama Gede Sudak, seorang pemuda Desa Bonjeruk, muncul sebagai inisiator pergerakan yang dianggap “Pahlawan Aspal” ala desa oleh rekan-rekan mereka yang berhasil menggalang dana swadaya untuk menambal puluhan lubang berbahaya di jalanan desa mereka.
Inisiatif sederhana ini berawal dari kepekaan Gede Sudak terhadap bahaya di jalur utama jalan di Dusun Loang Tune tersebut yang merupakan salah satu penghubung jalan dari Kabupaten Lombok Tengah menuju Kabupaten Lombok Barat tersebut.
Seperti diceritakan Gde Sudak kepada wartawan,” awalnya saya baru tahu aspal bisa dibeli karungan. Saya risih dengan lubang-lubang yang ada, lalu saya mulai menambal di dekat-dekat saja” tuturnya polos.
Setelah itu, banyak respons positif dari warga yang mendukung ikhtiar kami untuk memperbaiki jalan semampu kami,” ujarnya seraya menggambarkan awal mula ide yang ia cetuskan bersama kawan-kawannya.
Setelah itu kami berinisiatif mengumpulkan uluran dana dari sejumlah warga yang berempati terhadap ide kami, hasilnya luar biasa bagi kami, walaupun seadanya, hanya bermodalkan semangat, kerja keras dan dukungan komunitas, gerakan ini langsung tancap gas.
Total dana awal yang kami kumpulkan mencapai 660.000 rupiah itu murni dari donasi warga, termasuk dukungan dari pelaku usaha lokal di desa kami.
Dengan dana tersebut mereka membeli 13 karung aspal dingin (CPHMA), masing-masing seharga 65.000.
Adapun capaian hasil kerja yang kami dapat hingga hari ini (22 November 2025 ), diperkirakan 55 hingga 56 titik lubang berbahaya telah berhasil ditambal, termasuk 30% dari jalur utama Bonjeruk menuju perbatasan yang dinilai paling krusial.
“Banyak juga warga yang berdatangan memberikan donasi segala macam, ya semacam support juga,” kata Gede Sudak, menggarisbawahi kekuatan dukungan akar rumput.
Tidak berhenti disitu tantangan di depan mereka butuh alat pemadat
Meskipun semangat warga membara, Gede Sudak dan timnya kini menghadapi kendala praktis berupa peralatan. Saat ini, mereka harus menyewa alat pemadat (stemper) dengan biaya 100.000 rupiah per hari, sebuah pengeluaran yang membebani keberlanjutan proyek sukarela ini. Harapan Besarnya mereka menargetkan agar dapat membeli alat pemadat sendiri yang diperkirakan berharga sekitar 5 juta.
Langkah selanjutnya mereka berencana, menghubungi Camat Jonggat untuk mencari dukungan pengadaan alat tersebut, agar perbaikan jalan dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan, kami tidak punya channel yang luas hanya pemerintah tingkat Camat saja yang kami tahu sementara ini,” terang mereka.
Walau meski belum ada bantuan resmi dari pihak desa atau pemerintah terkait, inisiatif ini telah membangkitkan harapan, bahkan kami mendapat permintaan bantuan penambalan dari wilayah lain seperti di Kecamatan Pringgarata dan Karang Taruna Desa Ubung,” tutur Gde Sudak dam mudah-mudahan perjuangan kami tidak berhenti sampai disini walau penuh dengan keterbatasan,” harapnya.
Kisah para pemuda ini sudah mulai viral di medsos. Ini adalah sebagai pengingat kuat kita, ketika pemerintah belum mulai bergerak, kekompakan dan inisiatif warga adalah kunci untuk menciptakan perubahan.(*)






