Ungkap Kasus Kematian Brigadir Esco Kapolda NTB Didesak Buat Tim Independent

Hasan Masat : ” Tim gabungan itu bukan dari unsur internal polisi saja tetapi harus melibatkan pihak eksternal

NTB EXPOSE. LOMBOK TENGAH – Penemuan tragis jenazah Brigadir Esco Fasca Rely salah seorang polisi asal Desa Bonjeruk Kecamatan Lombok Tengah yang bertugas di Kecamatan Sekotong wilayah hukum Polres Lombok Barat baru-baru ini membuat geger masyarakat, telah menimbulkan tanda tanya keluarga besar mereka antara bunuh diri atau sengaja dibunuh, bakal menjadi PR berat pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasus tersebut.

Hal ini membuat Hasan Masat salah seorang tokoh LSM ternama sekaligus sebagai pendiri LSM Lesa Demarkasi NTB ( Lembaga Study Demokrasi dan Hak Asasi ) angkat bicara. Seperti dikatakannya kepada media, Jumat (29/8). ” Masyarakat yang mengikuti perkembangan penanganan penelusuran kasus tersebut, berharap kerja lebih cepat dan transparan untuk menjawab spekulasi-spekulasi penyebab kematian almarhum Brigadir Esco,” tegasnya.

Namun demikian ditengah institusi kepolisian masih dipandang riskan oleh masyarakat, maka tim investigasi gabungan Polres Lobar dan Polda NTB menurut Hasan, itu bukanlah tim gabungan namun tim internal kepolisian, apapun yang akan dihasilkan tentu membuat masyarakat jadi sangsi dan akan sisakan ketidakpuasan berlarut larut,” cetus Hasat Masat.

Kedepan kami berharap, tim gabungan itu, seharusnya dibuat menjadi tim independent yang seharusnya melibatkan unsur keluarga korban, unsur masyarakat ( LSM ) dan bila perlu unsur pemerintah desa juga harus dilibatkan untuk menjaga dan mengawal kerja tim independensi serta akuntabilitas, apalagi korban adalah anggota kepolisian, di dalam banyak praktek kerja-kerja pengungkapan seperti ini, memang harus ada terdiri unsur-unsur publik maupun keluarga, jadi tim tersebut bukan dari unsur internal polisi saja,” tukas Hasan Masat.

Oleh karena itu, kami mendesak Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan S.H., S.I.K.,untuk meninjau ulang dan menyusun tim yang ada dari unsur keluarga dan publik. Semua akses serta program dan langkah-langkahnya disusun bersama, agar spekulasi dan pandangan-pandangan negatif pada kerja kepolisian bisa menemukan jawaban sebenarnya,” pungkas Hasan Masat.(Ntbexpose/04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *