Prioritaskan Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Wakil Ketua DPRD Loteng Tetap Optimis Rumah Sakit Akan Dibangun di Wilayah Utara

NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah HL. Rumiawan, S.Sos, baru baru ini mengatakan kepada wartawan, ” untuk peningkatan derajat layanan kesehatan masyarakat, antusias masyarakat lombok tengah wilayah utara untuk memiliki sebuah rumah sakit sangat tinggi. Hal ini berawal dari rencana Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah membangun rumah sakit, namun terkendala dengan lahan yang tidak mencukup persyaratan yang telah ditetapkan Pemerintah pusat,” jelasnya.

Adapun persyaratan untuk standarisasi luas lahan pembangunan sebuah rumah sakit seperti yang direncanakan di Kecamatan Kopang dibutuhkan lahan seluas 2 HA, itupun termasuk lahan yang ada di kantor Camat Kopang juga termasuk didalamnya, namun saat ini lahan yang sudah dimiliki baru sekitar 1 HA. jadi kekurangan yang satu hektar itu menjadi kendala atau sandungan pemerintah daerah dalam sebuah rencana pembangunan rumah sakit idaman masyarakat tersebut.

Sehingga untuk saat ini, menurut saya langkah yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, yaitu meningkatkan kelas atau type Puskesmas yang ada saat ini, agar lebih layak dan lebih bagus lagi, namun kita tetap mendorong pihak Dinas Kesehatan agar bisa merebut kue pembangunan rumah sakit tersebut, walaupun saat ini kita tidak lagi berbicara rumah sakit tersebut harus ada Kecamatan Kopang, namun yang jelas harus ada wilayah utara walaupun diluar Kopang seperti Kecamatan Batukliang atau Batukliang Utara misalnya,” kata Rumiawan optimis.

Ditanya lokasi yang tepat saat ini “ya dimana ada lahan yang memadai, karena jangan sampai kita memaksakan diri mau mengadakan pengadaan tanah, karena itu akan menyulitkan penganggaran pembangunan rumah sakit yang akan direncanakan tersebut,” jelas Rumiawan. Rumiawan juga sangat menyayangkan ketidaksiapan akan kekurangan lahan tersebut, karena bagaimanapun juga, ihtiar dan kerja keras Kadikes Lombok Tengah untuk melobi kementrian, jelas tidak akan bisa karena persyaratannya memang luas tanah harus 2 hektar,” ungkapnya.

Dicontohkan Rumiawan, kita tidak usah melihat pembangunan rumah sakit yang masih tahap rencana, namun saat ini kita harus realistis melihat Rumah Sakit Praya, kedepan perlu juga dipikirkan pengembangannya. Jika nanti ada perluasan, mau kemana akan dikembangkan perluasan lahannya, sebelah selatan Komplek perumahan padat penduduk, sebelah utara jalan raya dan perumahan pada penduduk juga, sedangkan sebelah timur langsung berbatasan dengan sungai besar, sehingga satu satunya yang masih diharapkan, ya  lahan sebelah barat rumah sakit, namun jika lahan itu dibeli pengusaha Cina misalnya atau mereka sudah miliki saat ini, ya pasti akan mentok karena bisa saja pengusaha tersebut tidak mau menjual tanah tersebut dan kalaupun mau dijual tentu harganya akan berbeda pula, oleh karena itu kembali kepada rencana  pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk membangun rumah sakit kopang harus dan tetap optimis kita dukung, ya paling tidak harus ada peningkatan type dari Puskesmas ya semi rumah sakitlah,”harap Rumiawan. (Ntbexpose/03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *