NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Pada hari Jumat (17/11) Bank Syariah Indonesia ( BSI ) Maslahat menggelar kegiatan pelatihan standar produksi ( PSP ) dan pengemasan produk ( PP ) bagi UMKM anggota Bank Wakaf Mikro Ahmad Taqiudin Mansur ( ATQIA ) NTB yang merupakan kegiatan pemerintah yang dikawal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BSI Maslahat.
Acara tersebut dimulai dengan menyanyikan lagu Indonasi Raya, kemudian dilanjutkan dengan pidato sambutan oleh Dr. Baiq Mulianah selaku pimpinan Universitas NU Almansyuriah Taklimusibiyan Bonder Praya Barat sekaligus sebagai pengurus BWM ATQIA NTB.
Dalam rangka silaturahim dan menambah ilmu bagi ibu ibu atau anggota ATQIA dan nasabah para BWM, pagi ini sampai besok hari Sabtu, ibu ibu harus bisa menyerap pelajaran, bagaimana kita belajar bersama terkait ilmu baru, yaitu pelatihan pengemasan standar produksi dan pengemasan produk yang merupakan sesuatu yang bisa kita jual.
Itu nantinya akan menjadi menarik dan supaya ada nilai lebihnya untuk mendatangkan uang, oleh karena itu ibu ibu yang mendaftar dan terpilih sebagai pendaftar dari sekitar 800 orang lebih yang terdaftar menjadi nasabah BWM ini, diharapkan bisa berbagi ilmu dengan para nasabah yang tidak sempat mengikuti pelatihan ini,” kata Dr. Mulianah.
Diharapkan kepada para peserta agar bisa mengikuti pelatihan dengan bahagia, karena kalau kita berbahagia kita pasti enak dan mudah menyerap ilmu, selain itu mari kita berihtiar dalam memperbaiki akses ekonomi kita, karena kalau kita baik akses ekonominya maka ada satu rukun islam yang tidak perlu kita galau untuk melaksanakannya yakni kewajiban membayar zakat, dan kita jangan pernah bermimpi saya akan menjadi penerima zakat,”kata Dr. Baiq Mulianah.
Kepala Bank Syariah Indonesia Cabang Praya Lombok Tengah Asriful Mulyadi mengatakan, nanti kalau sudah selesai mendapatkan pelatihan ini sudah cocok menjadi mitra kita di perbankan itu menjadi harapan kita pertama kami akan siap mensuport,” karena kita punya program untuk penyaluran dana pembiayaan.
Sedangkan menurut narasumber yang berbeda mengatakan, selain memerlukan pembiayaan, kita perlu pendampingan karena tidak cukup hanya diberikan permodalan tanpa pendampingan karena sesuatu kegiatan tanpa pendampingan agak berat untuk naik kelas, saya juva berharap ibu ibu para peserta yang hadir sekarang ini diharapkan bisa menjadi mentor bagi ibu ibu anggota yang tidak hadir,” katanya.
Islah Milono selaku Manager Program LKMS dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk melatih dan memberikan edukasi, pemahaman kepada ibu ibu anggota UMKM tentang cara produksi yang benar, aman, sehat, higienis, selain itu memberikan pengetahuan tentang sumber bahan dan sebagainya, tidak hanya itu, juga memberikan pemahaman tentang cara mengemas yang bagus supaya bisa bersaing di pasaran,” kata islah Milono.
Dijelaskannya,”Kemasan merupakan hal yang penting untuk menunjang persaingan di pasaran. Kegiatan tersebut dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidangnya yang berasal dari rumah Kemasan Jawa Timur yakni Ir. Nasrullah Hasyim, beliau merupakan pemateri yang sering digunakan oleh Kementerian dan Lembaga di seluruh Indonesia untuk melatih cara mengemas yang baik dan benar dan Ir. H Kristiawan khusus memberikan materi tentang standar produksi higenis dan keamanan.
“Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari dengan pemateri sebanyak dua orang dan masing masing pemateri dengan alokasi waktu satu hari full, kemudian dilanjutkan dengan praktek” Jelas Islah.
Kegiatan tersebut juga merupakan putaran ke 5 yang dilaksanakan di NTB yang sebelumnya putaran 1 dan 2 dilaksanakan di Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, putaran 3 dilaksanakan di Jawa Barat, Banten dan Jakarta, putaran ke 4 dilaksanakan di Pulau Sumatera selanjutnya akan dilaksanakan di Ambon dan Pulau Kalimantan.
Adapun hasil yang diharapkan dalam kegiatan tersebut ibu ibu peserta pelatihan dapat merubah cara produksi secara standar, keamanan, kehalalan, sumber bahan dan tidak kalah pentingnya ibu ibu peserta dapat mengemas dengan baik.
Beberapa ibu ibu anggota BWM yang hadir ditempat itu sangat senang mengikuti pelatihan tersebut, mereka senang mendapat ilmu tata cara pengemasan produk yang baik dan benar dan berguna bagi pengembangan usaha mereka, diharapkan pelatihan semacam ini terus bisa diterapkan secara berkelanjutan,” ujar mereka. Terima kasih Bqnk Wakap Mikro QTQIA, terima kasih BSI Maslahat,” katanya. (Ntbexpose/03)









