NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Rusuh kejadian semalam Jumat (24/2) saat Semi Final Tim Voli Loteng melawan Kabupaten Bima di lapangan Indoor GOR Turida Mataram sempat membuat pertandingan menjadi kacau,” ungkap Muhammad Samsul Qomar (MSQ) selaku Ketua KONI Kabupaten Lombok Tengah kepada media Sabtu (25/2)
“Merasa dicurangi, sebenarnya mereka harusnya memprotes menggunakan mekanisme dan itu ada aturannya, bukan pakai adu jotos main fisik memukul wasit dan pemain, ini tidak mencerminkan sikap sportifitas itu tindakan barbar, ugal ugalan, kasar dan berwatak preman,” sesal Qomar.
Selain harus di Diskualifikasi tim Voli Bima harus di skors 1 periode di ajang Porprov.
Atlet kami sudah di visum kabarnya pelaku sudah di tahan, dan aparat polisi sempat memasang yellow police line di lapangan,”ujarnya singkat.(Ntbexpose/03)






