Kasus Puskesmas Kuta SWIM Bela Bidan Honorer

NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Kasus pasien dan bidan honorer Puskesmas Kuta yang mencuat belakangan ini ternyata berbuntut panjang. Pasalnya beberapa pihak dari kalangan LSM membawa persoalan ini ke ranah hukum.

Sementara itu menurut Lalu Alamin Ketua SWIM  ( Solidaritas Warga Inter Mandalika ) kepada media Kamis (5/5)  ia mengatakan terkait dengan persoalan tersebut saya menyayangkan statement LSM yang meminta agar honorer dipecat, tenaga honor itu bagian terbawah dari birokrasi yang mengabdi mungkin tanpa pamrih yang memadai, wajar jika ekspektasi pasien tidak terpenuhi secara utuh,”kata Alamin.

“Kalau sudah honorer tidak diperjuangkan, dibantu dan dimaklumi maka LSM LSM tersebut berjuang untuk siapa, untuk oknum sesama atau antar lembaga sajakah atau siapa. Ini menunjukan kalau sebagian LSM memang kehilangan fungsi utama yaitu membersamai warga,” kata Alamin.

Kembali terhadap dugaan penelantaran pasien oleh bidan honorer di Puskesmas Kuta yang masalahnya sudah di mediasi dan sudah selesai saya juga menyayangkan sikap keluarga pasien saudara M yang kebetukan anggota salah satu Lembaga yang terlalu cepat mempublikasi proses persalinan istrinya yang memojokkan oknum bidan.

Seharusnya dibangun komunikasi secara kekeluargaan dalam situasi panik spt itu, tidak lantas menghubungi media dan dan membeberkan sesuatu yang bisa menggiring opini dan persepsi publik menjadi liar,” Tegas Alamin.

SWIM dalam hal ini tidak ingin memperkeruh suasana dengan menyerang siapapun dan percaya kepada pihak APH yang sudah memediasi pihak bidan dan keluarga pasien, kami menghormati semua pihak, apabila sebelum mediasi kemarin ada hal hal diluar kewajaran seperti sajam dan lain lain, kami yakini sebagai sesuatu yang bersifat spontan, karakter dan kebiasaan kultural warga kita memang seperti itu.
Kami hanya menyayangkan ada statement tidak cerdas dan mengecam bahkan kata kata pemecatan yang muncul dari pihak yang tidak sedang berselisih seperti LSM LSM lain.

Coba kita balik sekarang bagaimana kalau kecaman itu dari warga yang diarahkan ke lembaga, contohnya dengan mengatakan ” bubarkan LSM atau mereka bikin gaduh, tidak bermutu, tidak bicara atas nama masyarakat dan seterusnya, kan gak asyik,” terang Alamin.

Harapan saya kita sudahi masalah ini dan kepada Polres Loteng SWIM berharap bisa tetap netral dan benar benar mampu mengukur efek dari setiap perlakuan hukum, baik kepada keluarga honorer yang dilaporkan maupun pihak2 pelapor. (ntbexpose/03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *