NTB EXPOSE. Lombok Barat – Pada hari Ahad 24 April 2022 Ba’da Zohor diadakan pertemuan para perwakilan tokoh Adat Budayawan Sasak sepulau Lombok yang sejatinya akan diadakan Pesanggrahan ” Gdeng Gede, di Puyung Jonggat Lombok Tengah atau dirumahnya HL. Gita Aryadi Sekda Propinsi NTB namun beliau mendadak ada acara penting yang tidak bisa ditinggalkan dalam melaksanakan tugas kenegaraan, akhirnya acara tersebut dipindahkan kerumahnya tokoh Budayawan Lombok Barat HL. Anggawa Nuraksi di Gerung Ibukota Kabupaten Lombok Barat.
Adapun tema yang diangkat dalam pertemuan Majelis Sangkep Agung Gumi Sasak bagian ke 5 tersebut adalah upaya PELESTARIAN KEMALIQ SASAK, dan inventarisasi penjagaan situs situs dipulau Lombok Sebagai Identitas Kebesaran Bangsa SASAK.
Dalam acara tersebut dihadiri oleh Tokoh tokoh Adat Budaya Sasak sepulau Lombok, diantaranya Haji Lalu Nasip (seniman Dalang legendaris asal Gerung Lombok Barat, HL.Moh.Putria S.Pd,.M.Pd atau dikenal dengan sebutan Datu SileDendeng tokoh budayawan Lombok yang juga mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah,
Selain itu juga hadir tokoh Budayawan Lombok Barat HL. Sajim Sastrawan SH,.MH, Kepala Balai Mediasi NTB dan banyak lagi para tokoh tokoh Kondang lainnya yang tidak bisa disebut satu persatu. Selain itu juga hadir tokoh tokoh Budayawan muda, sebagai generasi penerus di antaranya Lalu Jasmawadi MT, S.Par dari Desa Ganti Lombok Tengah, dan juga tokoh tokoh muda lainnya. Mereka bertekad untuk terus mengeplorasi dan menjaga Kemaliq Kemaliq yang ada di Pulau Lombok, sebagai Identitas dan Kebesaran Bangsa Sasak, papar Jasmawadi yang juga sebagai Ketua Forum Desa Wisata TASTURA Lombok Tengah ini.
Dijelaskan, Kemaliq adalah sebuah Situs yang disucikan dan disakralkan, karena Karomah baik Nilai2 Luhur secara Adat Budaya juga secara Religi keagamaan. Isu ini sebuah Keharusan dan juga kesempatan untuk diexpose guna disosialisasi agar bisa dijadikan salah satu Destinasi Wisata andalan dalam sudut pandang budaya, sebab Kemaliq mengandung nilai-nilai Edukasi yang mendalam secara Zahir juga Kebatinan dan itu menjadi Sebuah Kekuatan Spiritual namun indah mempesona.
Dalam pertemuan tersebut dirangkai dengan acara Buka Puasa Bersama hingga dilanjutkan dengan sholat Magrib berjamaah dan diteruskan dengan Sholat Tarawih.(ntbexpose/03)











