Galih Gentar Wardana : Lombok Barat
Tersembunyi di tengah hijaunya pepohonan Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, sebuah bangunan ibadah berdiri kokoh dengan arsitektur yang unik, dikenal luas sebagai “Masjid Cina”. Nama aslinya adalah Mushola Al-Ridwan, namun corak bangunan yang khas Tiongkok membuatnya populer dengan sebutan tersebut, bahkan telah menjadi ikon wisata religi milik pribadi sejak didirikan pada tahun 2010.
Mushola Al-Ridwan dibangun oleh seorang mualaf keturunan Tiongkok, menjadikannya simbol akulturasi budaya yang harmonis. Menurut salah satu pengurus tempat wisata tersebut, Ibu Sriwati, seiring berjalannya waktu, tempat ini bertransformasi menjadi kawasan wisata yang ramai dikunjungi, terutama pada hari Minggu atau hari libur.
“.Tempat ini menjadi tempat wisata milik pribadi. Wisatawan ramai datang pada saat hari Minggu atau hari libur,” ujar Ibu Sriwati.
Namun, ia menambahkan, “akan tetapi sekarang agak sepi karena faktor cuaca yang tak menentu.”imbuhnya.
Daya Tarik Pemandangan dan Arsitektur Unik
Daya tarik utama Masjid Cina tidak hanya terletak pada bangunannya yang unik, tetapi juga pada lokasi yang menawarkan ketenangan dan pemandangan alam yang asri. Hal ini diakui oleh salah satu pengunjung yang datang dari jauh.
” Kenapa saya datang berwisata ke sini karena saya tertarik saat melihat tempat ini di media sosial saya,” ungkap Kak Dina, seorang pengunjung yang datang jauh dari Mataram.
Kak Dina menambahkan bahwa kunjungannya sangat memuaskan, ” tempatnya yang sejuk, pemandangan yang dimanjakan oleh hijaunya pepohonan, dan saya juga tertarik melihat masjid yang bisa dibilang cukup unik.”
Ia juga memberikan rekomendasi bagi calon pengunjung lain. Lokasinya yang strategis di pinggir jalan dan akses jalan yang bagus membuatnya mudah ditemukan.
” Di sini tanpa biaya masuk, ya, hanya membayar parkir saja. Jadi tempat ini cocok didatangi kalau kita selesai berwisata di dekat-dekat sini, terus mampir ke sini untuk istirahat, salat… sangat nyaman dan fasilitas lengkap,” tutupnya.
Masjid Al-Ridwan di Desa Pakuan ini terus berdiri tegak sejak 2010, menawarkan perpaduan spiritualitas dan keindahan alam, menjadikannya destinasi wajib bagi mereka yang mencari ketenangan sekaligus mengagumi kekayaan arsitektur multikultural di Lombok Barat.(*)






