GPAN LOBAR Dan KMPS Dam Batu Dendeng Edukasi Masyarakat Bahaya Narkoba.

NTB EXPOSE. Lombok Barat – Bertempat di Lingkungan Dasan Geres Selatan Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat (NTB), LSM Gerakan Peduli Anti Narkotika (GPAN) Lobar, melakukan kegiatan ” Sosialisasi dan Dialog Publik, terkait bahaya dan dampak negatif dari narkoba di lingkungan masyarakat.

Kegiatan sosialisasi dan dialog publik ini dihadiri tokoh agama (Toga), tokoh masyarakat (Toma), tokoh pemuda termasuk juga aktivis pemuda yang tergabung dalam komunitas, Masyarakat Peduli Sungai (KMPS) Dam Batu Dendeng.
kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan pemahaman terhadap masyarakat terkait bahaya dan dampak negatif narkoba” kata Mursidin, ketua GPAN kepada wartawan Senin (01/02).

Dijelaskannya, di Lobar hampir setiap hari kita saksikan di Media Cetak, TV maupun Online. “Banyak pengungkapan dan penangkapan terkait masalah narkoba, sehingga masalah ini menjadi atensi dan tangung jawab kita masing-masing” jelasnya.

Kita sadari GPAN Lobar pastinya tidak akan mampu bergerak sendiri, melainkan harus bersama-sama dengan masyarakat dan pemuda untuk menjaga keluarga dan lingkungan dari bahaya laten narkoba. Karena masalah narkoba merupakan masalah kita bersama yang wajib kita perangi,”tegas Mursidin.

Dirinya yang pernah bergelut dengan barang haram ini,” Mursidin mengatakan, meskipun dengan perlengkapan dan alat peraga seadanya antusias masyarakat dan pemuda lingkungan Dasan Geres selatan sangat luar biasa, dan kami pun bisa memaksimalkan kegiatan sosialisasi tersebut agar bisa terlaksana dengan baik.

Kami juga berharap kepada pemangku kebijakan, baik Itu ekskutif dan legislatif supaya bisa di anggarkan untuk pencegahan bahaya laten narkotika, khusunya dilombok Barat,” ungkap Mursidin.

Ditempat berbeda Umar Sarafudin S.Pd. Ketua KMPS Dam Batu Dendeng mengatakan kalau dirinya merasa bersyukur dengan adanya kegiatan sosialisasi terkait bahaya dari Narkotika. Betapa tidak, ternyata pil Bodrek dan sejenisnya bisa di oplos menjadi narkoba dan itu sangatlah berbahaya,” jelasnya. Kami juga akan terus mengadakan acara tersebut minimal satu kali sebulan,” ungkapnya.(Fatah/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *