NTB EXPOSE, Lombok Tengah- Proyek pembangunan sistem penyediaan air baku yang bersumber dari Bendungan Pengga menuju KEK Mandalika dikeluhkan warga Desa Pelambik Praya Barat Daya berstatus pelanggan PDAM.
Menurut informasi, sejak pemasangan pipa dimulai, air PDAM mati total, akibatkan aktifitas vital warga terganggu, sehingga terpaksa memanfaatkan sumber mata air lain seperti sumur bor masjid yang jumlahnya terbatas.
Berdasar klarifikasi dilapangan, Bakri selaku konsultan supervisi mengkonfirmasi, pihaknya hanya bertugas sebagai pengawas pekerjaan.
Dijelaskan sesuai tupoksinya, proyek BUMN bersumber APBN tersebut sudah melalui prosedur semestinya. Kata Bakri, jauh sebelum pelaksanaan, sudah dilakukan koordinasi dan sosialisasi dengan stakeholder terkait sampai ditingkat Kecamatan dan Desa di Kecamatan Praya Barat Daya, Praya Barat, dan Pujut yang wilayahnya dilintasi penggalian dan pemasangan big pipa sepanjang 25 kilometer.
” Kami sudah lakukan langkah antisipatif soal apapun yang sekiranya akan rusak baik kebocoran pipa PDAM, rabat, saluran irigasi, terotoar, aspal, akses jalan masyarakat dan lainnya semua akan diperbaiki seperti semula, ” Akunya.
Proyek yang bernilai ratusan milyar ini kabarnya dimulai tanggal 8 Desember lalu sampai 8 bulan kedepan. Sesuai request awal dilakukan secara bertahap dari titik P39 ke P57 sepanjang 900 meter. Progresnya, Kedalaman galian rencana 2 meter lebar 80 cm tetapi berubah jadi 1,5 meter dengan alasan menyesuaikan kondisi tanah yang longsor akibat drainase tergenang air sebab hujan.
” Karena situasi dan kondisi lapangan tidak sesuai prediksi, RAB nya nanti direvisi akan ditampilkan diasbul doingnya,” Tepisnya.
Sementara, PT Nindia Karya selaku pemenang tender melalui Humas Dinata saat ditemui masih bungkam. Ia harus melapor dulu ke pimpinan baru bisa memberi komentar berupa rilis atau pernyataan langsung.
Sampai berita ini diturunkan, petinggi PDAM sendiri belum bisa dimintai keterangan. Hanya mendapat informasi dari salah seorang pegawainya yang stand by perbaiki kerusakan pipa akibat galian. Faktanya, meski langsung dilakukan tindakan, distribusi air ke masyarakat tetap macet. ( Irsyad )











