Miris ! Sampah Sekitar Mata Air Aik Bone Milik PDAM di Desa Wisata Aik Bukak Disorot

Abdul Jabbar : Dikhawatirkan cemari lingkungan pihak PDAM dan Pemdes Aik Bukak harus bertanggung jawab

NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Kawasan hutan lindung sebagai penyangga mata air Aik Bone milik PDAM Ardhia Tirta Rinjani Lombok Tengah di Desa Aik Bukak Kecamatan Batukliang Utara telah dicemari sampah. Hal ini berdasarkan informasi yang diterima awak media hari Rabu (16/2) kemarin dari beberapa warga setempat, salah satunya adalah tokoh masyarakat sekitar bernama Abdul Jabbar.

Dia mengatakan, kawasan hutan penyangga di dekat mata air Aik Bone sebagai pasokan utama air PDAM untuk wilayah kota Praya dan sekitarnya dipenuhi tumpukan sampah. Dikhawatirkan mata air Aik Bone lambat laun akan tercemar terkena imbas dari sampah sampah yang kian hari semakin menumpuk, hal ini sangat disayangkan karena jarak antara sampah dan mata air itu sekitar 60 meter atau kurang dari 100 meterlah,”aku Jabbar, dan bisa saja pasokan air tanah resapan disekitar mata air / bak penampung air tersebut dikhawatirkan tercemar oleh sampah sampah yang kian hari semakin tidak terkendali dan menyakitkan pandangan mata,” ungkap Jabbar.

Menurut Jabbar pihak PDAM dan Kepala Desa harus bertanggung jawab mengatasi persoalan sampah ini, alasannya pihak PDAM sebagai ketempatan wilayah sekaligus sebagai pemasok utama air baku diwilayah itu,” kata Jabar. Begitu juga pihak Pemerintah Desa Aik Bukak, seharusnya bisa menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan tersebut dengan menempatkan petugas kebersihan Desa.

Diketahui kawasan Aik Bone atau didesa Aik Bukak merupakan destinasi pariwisata yang melegenda hingga saat ini. Apalagi sekarang ini pariwisata Lombok Tengah sudah mendunia melalui KEK Mandalika dan Sirkuit MotoGP nya sekaligus sebagai branding atau ikon Pariwisata kelas dunia, tentu sangat disayangkan jika ada tamu tamu Pariwisata masih saja melihat sampah sampah berserakan di kawasan hutan wisata Aik Bone ini,”kata Jabbar.

Diceritakan Abdul Jabbar,” dulu semasih Ir. Lalu Arismunandar (Alm) menjadi Dirut PDAM, lokasi ini sangat bersih dan terjaga dari sampah.  Alhamdulilah kebetulan waktu itu saya dipercaya beliau untuk menjaga hutan penyangga ini dan saat berakhir masa jabatan beliau kami tidak lagi difungsikan.

Yang kami tanyakan, kalaupun tidak ada dana kebersihan dari pihak PDAM untuk mengatasi persoalan sampah sampah ini lalu dikembangkan saja dana dana CSR nya,” kata Abdul Jabar keheranan.

Oleh karena itu kami selaku perwakilan masyarakat sekitar meminta pihak Pemerintah Daerah Lombok Tengah melalui pihak PDAM dan pihak Pemerintah Desa Aik Bukak menyelesaikan persoalan ini, ini masalah serius dan jangan disepelekan ‘tegas Jabar. Sampai berita ini diturunkan pihak PDAM melalui Bambang Supratomo selaku plt. Dirut PDAM dan Hamdan selaku Kades Aik Bukak dihubungi via HP belum ada respon. (ntbexpose/04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *