NTB EXPOSE. Lombok Tengah – ” Eee gamak inak, cukup sudah kebohongan dan kita bermain kata kata, yang ujungnya kamuflase kamuflase, sesuatu yang mudah tapi disamar samarkan, hal ini diungkapkan Hasan Masat Direktut LeSA Demarkasi NTB kepada wartawan baru baru ini.
Tokoh LSM senior NTB ini menjelaskan, “Mana kita minta ditunjukkan 40 an UMKM UMKM yang katanya akan direkrut dan dilatih sama mereka, sepertinya dijelasksn Humas PT. Sinar Rinjani tambora ( PT. SRT ).yamg diekspos dimedia ini beberapa hari yang lalu, saya berapa kali telpon dan minta data data itu, tapi kosong itu, bahkan mungkin sekarang akan diadakan adakan, hanya untuk menutupi kebobrokan manajemen yang akan mengebiri hati nurani rakyat,” cetus Hasan Masat.
Demikian juga pihak ITDC, sudah berapa kali lakukan semacam pelatihan peningkatan kapasitas para kelompok pengusaha kecil lingkar penyangga KEK yang dibiayai oleh CSR Bank dan BUMN, tapi malah tak nongol nongol perjuangkan hak hak masyarakat seperti yang seringkali mereka katakan, jangan membuat akumulasi kekecewaan masyarakat yang nanti malah kontra produktip bagi semua kegiatan di KEK Mandalika.
Begitu juga dengan Kebijakan Kapolda yang nonton gratis juga lucu dan menunjukkan Kapolda lugu, kita mengkritik agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, maksudnya agar masyarakat dapat bekerja, tidak menonton pada perputaran ekonomi yang dilakoni oleh para pemilik modal dan berelasi dengan kekuasaan, bukan mengatur masyarakat menonton gratis. ini lucu dapat tidak menjawab soal yang ada.
Pemprov NTB dan Pemkab Loteng harus serius dalam soal soal begini, ini waktunya sudah limit, tapi belum jelas konstruksi kerlibatan para UMKM dan kegiatan kegiatan distenasi yang bisa menggairahkan kehidupan ekonomi masyarakat, ” tandas Hasan masat.(ntbexpose/03)











