NTB EXPOSE Lombok Tengah – Ibu Sukatmi Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah Propinsi Nusa Tenggara Barat lebih akrab disapa Bu Antok merupakan Anggota Komisi 1 dapil 5 Jonggat Pringgarata.
Baru baru ini dijelaskannya kepada wartawan bahwa, pada reses perdana akhir bulan Januari hingga memasuki awal bulan Pebruari tahun 2021 ia melaksanakan reses 6 titik di daerah pemilihan Jonggat Pringgarata. Reses pertama ia laksanakan di Dusun Goak Desa Sisik Kecamatan Pringgarata, kemudian reses kedua di kelompok Banjar Dusun Purwangsa Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat, alhamdulillah masyarakatnya betul betul mensyukuri reses yang kita laksanakan,” ungkap Kader Partai Persatuan pembangunan ini.
Kemudian reses ketiga di Dusun Bun Tengak Desa Jelantik yang juga satu kecamatan dengan desa Bonjeruk yakni Kecamatan Jonggat.” kata Bu Antok.
Untuk reses keempat ia laksanakan di Dusun Lempenge Desa Sintung Kecamatan Pringgarata. Kami melakukan reses terhadap ibu ibu KWT ( Kelompok Wanita Tani ) yang setiap malam Jumat ada pengajian rutin, alhamdulillah sambutan mereka juga cukup bagus dan antusias mengikuti reses ini.
Terakhir di Dusun Nyangget dan Dusun Presak di Desa Sepakek Kecamatan Pringgarata
Dari reses tersebut kami juga menyerap aspirasi dan keluh kesah mereka.
Khusus di Desa Sepakek kita reses di dua titik. Dalam reses tersebut mereka minta sarana air bersih atau dibuatkan sumur bor, kemudian KWT nya ada juga yang minta Unggas seperti bebek, ayam petelur dan lainnya biar ibu ibu ini ada usaha lain, agar mereka tidak terlalu bergantung pada suami untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan inshaa Allah mereka kita bantu,” kata bu Antok.
Dijelaskannya, untuk realisasi permintaan ini akan kita upayakan dalam penganggaran mendatang di DPRD. Usulan usulan ini mungkin bisa kita upayakan ditahun mendatang, karena dalam APBD Murni 2021 ini untuk merealisasi usulan tahun sebelumnya, kalaupun mengharapkan bisa diusulkan di APBD Perubahan tahun 2021 inipun belum waktunya di bahas, tapi semua aspirasi atau usulan masyarakat ini akan kami tampung dulu agar bisa kita sesuaikan pada pembahasan di penganggaran berikutnya di tahun 2022 mendatang,” jelasnya.
Bu Antok mengatakan, dalam setiap reses kita biasa menyerap informasi dan usulan masyarakat, namun usulan masyarakat yang kita dapatkan dari non resespun kita terima dan tetap kami tampung, inshaa Allah mereka juga tetap kita perhatikan, soalnya yang kita prioritaskan tersebut adalah basis suara atau konstituen pemilih kita dan reses ini juga adalah sebagai wahana penyambung silaturahmi kedepan,” kata bu Antok.
Harapan kami kepada pihak eksekutif kedepan adalah bagaimana menjaga sinergisitas kita dengan semua pihak, bukan saja bersama legislatif ataupun masyarakat tapi semua pihak pihak yang seharusnya ikut merasakan dampak pembangunan untuk kemaslahatan masyarakat Lombok Tengah kedepan,” tutupnya. (ntbexpose/02)










