NTB EXPOSE. Lombok Tengah. Salah seorang Anggota DPRD Propinsi NTB dapil Lombok Tengah bernama L. Ahmad Yani mengatakan kepada wartawan baru baru ini. Terkait kegiatan reses yang dilaksanakannya untuk memperbanyak dan memperluas silaturahmi dalam menjaring aspirasi masyarakat, reses ini sekarang dilaksanakan menjadi 10 titik dan kita tetap memakai standar covid 19,” jelasnya.
Dari berbagai aspirasi masyarakat khususnya di pedesaan, sekarang ini mereka kebanyakan meminta agar dibuatkan sumur bor dan hal ini sekarang berbanding terbalik dengan permintaan untuk sarana pertanian yang sudah mulai agak jarang, dan sumur bor ini menurut rencana nantinya mereka bisa pergunakan untuk mengairi lahan pertanian untuk padi dan palawija hingga kebutuhan sehari bari.
Selain itu ada juga yang meminta pembuatan infrastruktur jalan desa namun kita mengiyakan usulan untuk memperbaiki jalan yang sudah ada, kalau usulan untuk pembukaan jalan baru kita tunda dulu dan kita perbaiki jalan yang sudah ada saja,” jelas Ahmad Yani.
Dikatakannya. Reses pertama kita laksanakan di Desa Rembitan Kecamatan Pujut, kedua di Desa Pringgarata Kecamatan Pringgarata kemudian reses selanjutnya di Desa Barejulat Kecamatan Jonggat hingga beralih ke Kecamatan Praya Barat, Praya Barat daya dan ketempat lainnya.
Ahmad Yani memaparkan, reses kali ini yang berbeda adalah banyak masyarakat mengusulkan kegiatan berbasis pemberdayaan. Adapun jenis pemberdayaan dimaksud adalah berupa pelatihan pelatihan untuk warga dan pemuda.
Kemudian mengenai pariwisata,” sambung Ahmad Yani. Berbicara tentang pariwisata adalah suatu keharusan apalagi Kabupaten Lombok Tengah yang sudah didaulat sebagai Kabupaten Pariwisata, kami sangat komitmen dengan pariwisata, apalagi saya berlatar belakang sebagai pelaku pariwisata tepatnya seorang Guide dan aspirasi para pegiat pariwisata salah satunya adalah untuk pengembangan Tourism Sport, seperti pelaku pariwisata yang suka olahraga surfing, kita prioritaskan dengan memberikan sarana prasarana, seperti papan surfing untuk mendukung kegiatan Tourism sport di kawasan pariwisata pantai Kuta Mandalika misalnya, begitu juga untuk para nelayan kita akan berikan perahu dan jaring tangkap,” ungkap Ahmad Yani.
Diketahui dari sekian banyak aspirasi yang kami serap diakui tidak mungkin semuanya bisa kita realisasi dan itupun kita lakukan secara bertahap karena sistimnya kita melakukan sistim entry. Untuk usulan atau aspirasi yang kita prioritaskan ditahun 2021 ini inshaa Allah akan bisa kita upayakan pada tahun 2022 mendatang.
Adapun harapan kami kepada masyarakat, legislatif dan eksekutif, supaya ketiganya bisa bersinergi dan saling menguatkan “dalam menjaring aspirasi masyarakat ini kita ingin Pemerintah Daerah konsekwen memperhatikan dan memenuhi kebutuhan masyarakat luas. Selain itu juga kami minta Pemerintah daerah membantu masyarakat agar memberikan program program yang bersifat pemberdayaan seperti pelatihan atau peningkatan life skill, karena hanya mengandalkan aspirasi dari DPRD saja jelas itu tidak akan bisa maksimal dilaksanakan,” tutup L. Ahmad Yani. (ntbexpose/03)










