NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Pernyataan Nazili di beberapa media saat menghadiri acara rapat MKKS yang menyebut GTT yang tiga kali tidak lulus ujian untuk formasi P3K harus dikeluarkan karena sekolah dianggap rugi memeliharanya.
Pernyataan tersebut amat sangat tidak manusiawi dan tanpa dasar, aturan yang ada tidak ada satupun yang menyebutkan kalau GTT tidak lulus ujian untuk formasi ASN atau pun P3K harus mundur,” itu bodoh dan ngawur dan dinilai melecehkan GTT kecam Ketua Kasta NTB Lalu Wink Haris baru baru ini.
Sebagai seorang pejabat transisi di Dinas Pendidikan Lombok Tengah, Nazili sudah over lap mengomentari sesuatu yang di luar kewenangan dan pengetahuannya. Apakah Nazili tahu berapa jumlah kebutuhan guru kita selama ini yang tidak mampu disiapkan pemerintah, sehingga asal bunyi menyebut GTT sebagai beban sekolah.
Nazili tahu tidak ? Peran GTT selama ini sangat vital untuk menutupi defisit Guru ASN terutama sekolah di desa dan pinggiran. Mereka bekerja tanpa jaminan jumlah insentif yang jelas, bahkan ada yang sama sekali tidak digaji, untuk GTT ber SK bupati saja yang jumlah mereka mencapai angka 3000 an orang sejak tahun 2017 jumlah insentif mereka hanya 100 ribu perbulan dari dana APBD loteng,” jelas Wink Haris.
Pria berambut gondrong itu menegaskan,” itu artinya bahwa para GTT kita bukan berorientasi pada nilai bayar mereka, tapi banyak yang semata mata niat mengabdi untuk mendidik anak bangsa. Jadi jangan ada pejabat yang asal perampek jelamer saja komentari soal Guru,” ujarnya dengan nada tinggi
KASTA mendesak agar Bupati Loteng terpilih Haji Lalu Pathul BahriS.IP agar segera mengganti Plt Kadisdik tersebut, sebab sudah sangat melukai hati ribuan Guru honorer atas ucapannya yang tidak manusiawi tersebut. Kami siap turun bersama kawan kawan Guru honorer untuk mendesak supaya yang bersangkutan segera keluar dari kantor Disdik loteng kata Wink Haris.
Nazili harus paham kenapa banyak kawan kawan GTT tidak lulus tes P3K, sebab formasi yang ada memang tidak banyak bukan karena mereka tidak kompeten dan tidak layak. Ada bahkan yang puluhan tahun mengabdi mencetak banyak generasi muda hebat tapi tidak juga lulus saat ujian untuk masuk sebagai ASN ataupun P3K tersebut,” tandas Wink Haris.(ntbexpose/01)






