NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Jelang perhelatan dunia MotoGP 2026 di Sirkuit Kuta Mandalika pada 9 sd 11 Oktober mendatang. Ada dua wajah perayaan di Lombok Tengah akhir pekan ini. Jika Sabtu malam Taman Wisata Kota Praya bergemuruh oleh syiar seni Islami Festival LASQI 2026, maka Minggu pagi, 4 Oktober 2026, dari pagi hingga menjelang siang denyut kemanusiaan berdetak kencang di ujung selatan. Tepat di jantung pariwisata budaya dunia, Desa Adat Sade, Rembitan, Pujut.
Momentum ganda Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-118 dengan tema “IDI Berkemajuan, Bangsa Sehat Sejahtera” dan Hari Jadi Kabupaten Lombok Tengah ke-81 dimaknai IDI Cabang Lombok Tengah secara hakiki, dengan aksi nyata di tengah masyarakat Sade Rembitan.
Seperti diketahui, bulan lalu ikon pariwisata Sade Village dilanda kebakaran hebat. Sejumlah rumah adat beratapkan alang-alang, warisan leluhur tak ternilai, hangus. Musibah itu tidak hanya meluluhlantakkan bangunan, tetapi juga memukul nadi ekonomi warga yang menggantungkan hidup dari tenun dan pariwisata budaya.
“Sade adalah kita. Ketika Sade terluka karena kebakaran kemarin, kami dari IDI Lombok Tengah merasa terpanggil untuk hadir. Dokter tidak hanya bertugas di rumah sakit, tapi harus hadir di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” tegas Ketua IDI Cabang Lombok Tengah, Hj. dr. Heny Mardiana, M.Kes., yang juga Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Loteng. Kepada wartawan, Minggu (4/10) di Sade
Untuk memastikan kegiatan berjalan maksimal, IDI Loteng membentuk kepanitiaan khusus yang dikomandoi dr. Dedi Muhadi sebagai Ketua Panitia, bersama dr. Muchlis Efendi, dr. Hardinata, dan dr. Harve. Didukung penuh Wakil Ketua IDI dr. Irma dan Bendahara dr. Lale Yufila.
Pada Minggu pagi pukul 08.00 WITA, janji itu dibuktikan. Puluhan dokter turun gunung, berjibaku melayani warga. Pemandangan yang menjadi simbol harapan baru di tengah puing rumah adat.
Ketua Panitia Baksos, dr. Dedi Muhadi, mengungkapkan capaian di luar ekspektasi.
“Alhamdulillah dari target yang kami layani sekitar 150-an orang, ternyata antusiasme sangat tinggi. Termasuk juga warga dari luar Sade kita tetap layani dengan baik. Semua kita layani tanpa terkecuali,” ujar dr. Dedi.
Layanan yang diberikan sangat komprehensif dan setara dengan layanan rumah sakit. Mulai dari pemeriksaan umum, pemeriksaan jantung, kandungan dengan USG, penyakit dalam, kesehatan anak, hingga radiologi. Ditambah edukasi kesehatan dan kebersihan lingkungan pasca-kebakaran, konseling trauma healing untuk pemulihan psikologis, serta pembagian obat dan paket bantuan kesehatan gratis.
“Banyak masyarakat yang terlayani, terutama ibu-ibu hamil yang diperiksa langsung oleh dr. Sutama dan dr. Puspa dengan USG. Kemudian para lansia banyak yang memeriksa kesehatan jantungnya,” ungkap dr. Heny.
Adapun dokter spesialis yang turun langsung di antaranya dr. Yudha, Sp.KK, dr. Iip, Sp.JP, dr. Dyah, Sp.A, dr. Eka, Sp.A, dr. Buli, Sp.PD, dr. Sutama, Sp.OG, serta dokter-dokter hebat lainnya seperti dr. Yuda, dr. Setyorini, dan belasan dokter umum.
“Kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas partisipasi tulus seluruh dokter umum dan dokter spesialis yang turun gunung langsung aktif di baksos ini. Ini adalah bukti nyata soliditas IDI Lombok Tengah,” tambah dr. Heny.
Saat ini, jumlah anggota IDI Lombok Tengah tercatat sebanyak 211 orang. Meski yang hadir di Sade hanya sebagian karena kesibukan tugas di tempat berbeda, soliditas tetap terjaga. Kegiatan ini sendiri merupakan agenda rutin tahunan, setelah sebelumnya sukses menggelar baksos serupa di Desa Langko.
Bagi dr. Heny, owner Klinik Winerka ini, kegiatan ini adalah penanda bahwa dokter IDI adalah garda terdepan, bukan hanya menjalankan panggilan profesi, tetapi panggilan jiwa.
Ia menegaskan, pengabdian tidak akan berhenti di Sade. Ke depan, IDI akan terus hadir di titik-titik berbeda dengan paradigma baru, tidak hanya kuratif dan pengobatan, tetapi juga preventif dan pencegahan.
“Setelah ini tidak akan selesai begitu saja. Kami tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga akan berkontribusi memberikan pencegahan dalam membantu program kesehatan masyarakat di Lombok Tengah tercinta ini,” tegasnya.
Sementara itu dr. Dedi menambahkan harapan tulus dari tim medis, “Harapan kami kepada masyarakat agar mereka lebih sehat pasca diberikan pelayanan baksos ini.”
Tak lupa, keduanya menitipkan pesan penting kepada pemerintah daerah. Agar momentum HUT Loteng ke-81 ini menjadi refleksi untuk lebih dekat dengan masyarakat dan lebih berkeadilan terhadap para tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi ujung tombak layanan.
“Harapan kami kepada pemerintah Kabupaten Lombok Tengah agar lebih dekat kepada masyarakat dan lebih berkeadilan terhadap para nakes,” pungkas dr. Dedi.
“Pemulihan Sade tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Ini kerja kolektif. Kami dari IDI memulai dengan apa yang kami bisa, yaitu layanan kesehatan. Semoga dari abu kebakaran ini, Sade bisa bangkit kembali lebih kuat, lebih sehat, dan tetap lestari sebagai kebanggaan kita,” tutup dr. Heny.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Dusun Sade dan TK Negeri Sade yang telah memfasilitasi kelancaran acara kemanusiaan tersebut.(*/Ntbexpose)












