NTB EXPOSE. LOMBOK TENGAH – MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya menyuguhkan persaingan sengit di lintasan, tetapi juga membuka kelas pariwisata kelas dunia bagi generasi muda NTB. Melalui program _Students Go to Paddock, Mandalika disulap menjadi ruang belajar paling inspiratif.
Sebanyak 50 pelajar dan 10 guru dari berbagai sekolah di Pulau Lombok mendapat kesempatan langka pada Sabtu (10/10/2026) untuk masuk langsung ke jantung Pertamina Mandalika International Circuit. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi diajak melihat dari dekat bagaimana industri pariwisata dan olahraga kelas dunia bekerja di balik layar.
Para peserta diajak berkeliling area paddock, melihat aktivitas tim profesional, dan bahkan bertemu langsung dengan para pembalap dan ofisial tim Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Pengalaman yang selama ini hanya bisa dilihat di layar televisi, kini ada di depan mata.
Salah satu peserta, Fahrizal Widyawan Putra, tak bisa menyembunyikan rasa senangnya setelah memenangkan kompetisi video mandiri yang menjadi tiket masuknya ke program ini.
“Saya senang bisa bertemu langsung dengan para rider dan official team. Jujur, saya tidak menyangka bisa mendapatkan kesempatan seperti ini, terlebih setelah memenangkan lomba video,” ujar Fahrizal.
Lebih dari sekadar bertemu idola, para pelajar ini diperkenalkan pada ekosistem besar pariwisata yang menopang MotoGP. Mereka belajar bahwa MotoGP bukan hanya soal otomotif dan pembalap, tetapi tentang manajemen event, teknologi penyiaran, produksi konten, komunikasi global, hospitality, hingga pelayanan wisata berstandar internasional.
Inilah pelajaran pariwisata yang sesungguhnya, yang tidak didapatkan di dalam kelas.
Bagi NTB, program ini adalah wujud nyata dari pariwisata yang memberdayakan sumber daya manusia. Sesuai arahan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, MotoGP harus memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya untuk UMKM dan ekonomi kreatif, tetapi juga untuk mencetak generasi muda yang siap bersaing di industri pariwisata.
Kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara MotoGP, sekolah, dan pelaku industri ini diharapkan menjadi pintu awal. Pintu bagi anak-anak NTB untuk mengenali minatnya, mengasah keterampilannya, dan melihat bahwa masa depan profesional di dunia pariwisata dan sport tourism itu ada tepat di depan mereka, di Mandalika.
MotoGP Mandalika pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang tercepat di lintasan. Ia juga tentang siapa yang paling siap menyiapkan masa depan. Dan hari ini, masa depan pariwisata NTB itu sedang belajar langsung dari paddock.(*/ Ntbexpose/04)






