NTB EXPOSE.LOMBOK TENGAH – Sebanyak 311 atlet panahan dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam Bupati Mandalika Horsebow Cup 2026 yang digelar di Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu Minggu (24/25/10/26) kemarin. Nusa Tenggara Barat. Sebuah angka yang luar biasa untuk sebuah kejuaraan panahan tradisional, membuktikan bahwa panahan berkuda kini bukan lagi sekadar hobi, melainkan gerakan.
Kejuaraan yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Pantai Mawun dan Bencingah Agung Masmirah, Kantor Bupati Lombok Tengah, ini tidak hanya menjadi ajang adu ketangkasan, adu konsentrasi, dan adu mental para pemanah, tetapi juga menjadi etalase baru pengembangan wisata olahraga atau sport tourism di daerah tersebut.
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri,S.IP.,M.AP., yang membuka langsung kejuaraan tersebut, menegaskan bahwa olahraga panahan memiliki potensi besar yang selama ini belum digarap maksimal. Potensi itu ada di dua sisi sekaligus: sebagai wadah pembinaan atlet berkarakter dan sebagai daya tarik wisata yang mampu mendatangkan ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
Menurutnya, kejuaraan olahraga berskala nasional seperti ini memberikan dampak berlapis bagi daerah. Mulai dari meningkatnya kunjungan wisatawan, okupansi hotel dan penginapan yang penuh, hingga terbukanya peluang ekonomi yang nyata bagi pelaku UMKM, kuliner, dan sektor jasa lainnya. Panah yang melesat, ekonomi yang ikut bergerak.
Sebagai langkah pengembangan jangka panjang yang visioner, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tidak main-main. Saat ini tengah dirancang pembangunan kawasan olahraga berstandar internasional seluas sekitar delapan hektare di Desa Lantan.
Kawasan tersebut dirancang menjadi pusat olahraga terpadu yang tidak ada duanya di NTB pusat olahraga panahan, berkuda, hingga menembak. Sebuah kompleks equestrian & archery park yang diharapkan mampu menjadi lokasi penyelenggaraan kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.
“Saat ini sedang didesain kawasan sarana olahraga memanah, berkuda, hingga lapangan tembak seluas sekitar delapan hektare di Desa Lantan. Harapan kita, fasilitas ini kelak dapat menghadirkan pemanah-pemanah tingkat dunia ke Lombok Tengah,” ujar Pathul dengan nada optimis.
Bupati menambahkan, ada alasan filosofis kenapa panahan harus didorong. Panahan bukan hanya soal fisik. Ini adalah olahraga yang semakin diminati masyarakat, termasuk kalangan anak-anak dan remaja. Selain melatih ketangkasan, olahraga ini dinilai mampu membentuk konsentrasi tingkat tinggi, kedisiplinan, mental petarung, dan karakter generasi muda yang tangguh dan fokus.
Sementara itu, panitia penyelenggara mencatat antusiasme yang membludak. Sebanyak 311 peserta mengikuti kejuaraan tersebut, terdiri atas 166 pemanah kategori pelajar dan 145 pemanah kategori umum.
Sejumlah nomor bergengsi dipertandingkan, mulai dari kategori pelajar U-10 jarak 10 meter dan U-15 jarak 15 meter yang menjadi bibit masa depan, hingga kategori umum yang paling ditunggu: Zambi atau target bergelantung jarak 30 meter serta Ground jarak 50 meter yang menguji ketepatan absolut.
Melalui penyelenggaraan Mandalika Horsebow Cup 2026, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berharap dua agenda besar bisa berjalan beriringan dan saling menguatkan pembinaan atlet dan pengembangan pariwisata.
Kejuaraan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya besar dan terstruktur untuk menjadikan Lombok Tengah bukan hanya sebagai tujuan wisata alam dan budaya yang sudah mendunia, tetapi juga sebagai destinasi wisata olahraga kelas dunia yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dari desa.(*/Ntbexpose/04







