NTB EXPOSE. LOMBOK TENGAH – Musim kemarau belum usai, ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) makin nyata. Polresta Lombok Tengah tidak mau kecolongan.
Melalui Polsek Kawasan Mandalika, polisi turun langsung menyisir Dusun Mawun, Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Kamis kemarin. Bukan sekadar patroli, mereka pasang badan untuk mengedukasi warga.
Kapolsek Kawasan Mandalika, AKP I Ketut Artana, S.H, melontarkan peringatan keras. Ia meminta warga berhenti total membuka dan membersihkan lahan dengan cara dibakar. Kebiasaan lama yang mematikan.
“Jangan sekali-kali main api saat buka lahan! Di musim kemarau begini, api kecil bisa jadi monster dalam hitungan menit. Sekali merambat, yang rugi kita semua – lingkungan hancur, warga terancam,” tegas AKP Artana dengan nada tinggi.
Ini bukan sekadar imbauan. Ini ultimatum untuk keselamatan bersama.
Tak hanya soal api, AKP Artana juga menggebrak kesadaran warga soal keamanan lingkungan. Ia menantang warga Dusun Mawun untuk kembali menghidupkan ronda malam.
“Keamanan bukan tugas polisi saja. Ini tanggung jawab kita bersama. Kalau ronda hidup, maling mikir dua kali, lingkungan pun aman,” tambahnya.
Langkah sambang ini adalah bukti komitmen Polresta Loteng. Tidak menunggu bencana datang, tapi mencegah sebelum asap mengepul dan kerugian tak terbendung.(*/Ntbexpose/04)









