PMK di Lombok Tengah Tertekan 95 Persen, Dinas Pertanian Loteng Bidik Status 100 Persen Bebas PHMS

Vaksinasi masif dan penguatan biosekuriti jadi kunci pengendalian penyakit ternak

NTB EXPOSE. LOMBOK TENGAH — Kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah di sektor kesehatan hewan kembali menuai hasil positif.  Data terbaru dari Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner menunjukkan bahwa Penyakit Mulut dan Kuku pada ternak besar, khususnya sapi, di wilayah Loteng kini telah berhasil ditekan hingga 95 persen.

Angka ini menjadi indikator kuat bahwa strategi pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis yang dijalankan selama setahun terakhir berjalan efektif di lapangan.

Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian Lombok Tengah, H. Idham Khalid, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja sistematis, bukan sekadar keberuntungan musiman.

Menurutnya, ada dua tolok ukur utama yang menjadi acuan keberhasilan bidang yang ia pimpin. Tolok ukur pertama adalah keberhasilan pencegahan dan pengendalian PHMS pada seluruh jenis ternak.

Tolak ukur kedua adalah peningkatan produktivitas ternak, baik secara kuantitas populasi maupun kualitas kesehatan dan bobot ternak yang dihasilkan peternak.

“Alhamdulillah kondisi kesehatan ternak besar terutama pada sapi, PHMS penyakit PMK saat ini sudah terkendali 95 persen,” ungkap Idham saat ditemui di kantornya, Rabu (9/9/2026).

Untuk mencapai dua target tersebut, Dinas Pertanian Loteng memilih pendekatan yang menyasar langsung ke peternak. Program Pelayanan Kesehatan Hewan dan vaksinasi tidak pernah berhenti, bahkan terus diperluas cakupannya.

Tim medis veteriner dan para mantri turun ke kandang-kandang melalui skema jemput bola, posyandu ternak, dan koordinasi dengan kelompok tani. Vaksinasi dilakukan secara berkala di wilayah dengan kepadatan ternak tinggi untuk membangun kekebalan kelompok dan memutus mata rantai penularan.

“Kegiatan yang dilaksanakan vaksinasi dan tetap berjalan. Ini sebagai upaya pencegahan dan memutus mata rantai penularan penyakit,” jelas Idham.

Penguatan biosekuriti kandang dan edukasi kepada peternak juga menjadi bagian penting dari strategi. Petugas tidak hanya memberikan vaksin, tetapi juga membekali peternak dengan pengetahuan tentang kebersihan kandang, karantina ternak baru, dan pelaporan dini jika ditemukan gejala klinis.

Pendekatan ini dinilai efektif menekan angka kejadian dan mencegah penyebaran lebih luas, terutama pada masa peralihan musim yang rawan munculnya penyakit.

Berbeda dengan ternak besar, kondisi kesehatan pada komoditas unggas di Lombok Tengah disebut Idham memiliki dinamika tersendiri.

Hal ini terjadi karena mayoritas peternak unggas di Loteng saat ini menjalankan pola kemitraan dengan perusahaan besar. Dalam sistem ini, aspek pakan, bibit, obat-obatan, hingga standar kesehatan mengikuti aturan perusahaan mitra.

Meski demikian, Dinas Pertanian tetap menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan agar standar Kesehatan Masyarakat Veteriner tetap terjaga dan tidak menimbulkan risiko bagi konsumen.

Melihat tren positif saat ini, Dinas Pertanian Loteng tidak ingin berhenti di angka 95 persen. Target jangka pendeknya adalah mendorong status wilayah menjadi 100 persen bebas PHMS. Untuk itu, kegiatan surveilans, monitoring, dan pelaporan akan terus diintensifkan. Koordinasi dengan kecamatan, desa, dan penyuluh lapangan juga diperkuat agar setiap kasus baru bisa ditangani dalam waktu 1×24 jam. “Kami tidak ingin berpuas diri.

Target kami jelas, Lombok Tengah harus bebas PHMS. Itu hanya bisa tercapai kalau pencegahan jalan terus dan produktivitas ternak peternak ikut naik,” tegas Idham.

Capaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa investasi pada kesehatan hewan memberikan dampak langsung pada ekonomi peternak. Dengan status penyakit yang terkendali, harga jual ternak menjadi lebih stabil, mobilitas antar wilayah lebih lancar, dan kepercayaan pasar terhadap produk peternakan Loteng semakin meningkat.

Dinas Pertanian berharap dukungan anggaran dan partisipasi aktif peternak dapat terus dijaga agar target bebas PHMS benar-benar bisa diwujudkan dalam waktu dekat.(*/Ntbexpose/04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *