NTB EXPOSE. LOMBOK TENGAH – Jelang MotoGP 2026 pada bulan tgl 9 sd 11 Oktober mendatang, kawasan wisata super prioritas Kuta Mandalika mendadak panas! Sebuah video viral yang memperlihatkan adu mulut sengit antara sopir taksi Bluebird dengan sopir transportasi lokal bikin heboh jagat maya.
Peristiwa panas itu terjadi di Jalan Raya Kuta-Sengkol, Dusun Mong I, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, tepat di depan sebuah minimarket, Minggu (13/9) lalu, sekitar pukul 16.30 WITA.
Kapolsek Kawasan Mandalika, AKP I Ketut Artana, S.H., membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi, Rabu.
Menurutnya, keributan bermula saat taksi Bluebird berhenti di lokasi. Tak lama, seorang calon penumpang terlihat menghampiri mobil tersebut. Melihat itu, sopir transportasi lokal yang mangkal tak jauh dari lokasi langsung mendatangi sopir Bluebird.
Teguran keras pun dilayangkan.
“Sopir lokal menegur pengemudi Bluebird agar tidak mengambil penumpang di wilayah tersebut. Ada aturan dan kesepakatan internal yang selama ini berlaku di kalangan transportasi lokal,” jelas I Ketut Artana.
Teguran itu tak diterima mentah-mentah. Adu argumen tak terhindarkan hingga berujung cekcok mulut di pinggir jalan dan menjadi tontonan warga.
I Ketut mengungkapkan, akar masalahnya adalah aturan tak tertulis di komunitas transportasi lokal, Taksi online dan taksi luar ” boleh menurunkan penumpang di kawasan Kuta Mandalika, tapi “haram hukumnya menjemput penumpang, dari dalam kawasan tersebut.
“Diperlukan kejelasan aturan resmi terkait aktivitas transportasi di kawasan tersebut guna mencegah terjadinya konflik serupa,” tegasnya.
Pihaknya juga mengingatkan keras agar semua sopir, baik lokal maupun online, menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang bisa merusak citra pariwisata Mandalika.
Kabar baiknya, drama rebutan lahan penumpang ini berakhir damai.
Endingnya, “Saat ini kedua belah pihak sudah sepakat berdamai dan persoalan tersebut sudah selesai,” pungkas AKP I Ketut Artana.(*/Ntbexpose/03)












