Tokoh Masyarakat Kuta Dukung Petisi Penolakan Tambang Ilegal di Sekitar KEK Mandalika

Lalu Syukri : Petisi penolakan tambang emas ilegal merupakan langkah cerdas cepat dan tepat 

NTB EXPOSE. LOMBOK TENGAH – Petisi penolakan keberadaan tambang emas ilegal yang sangat meresahkan di  sekitar Kawasan Ekonomi Khusus Kuta Mandalika yang dilaksanakan di Polsek Kuta Mandalika Kecamatan Pujut Lombok Tengah, pada hari Kamis (11/12) diinisiasi Kapolres Lombok Tengah, berikut para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kepala desa hingga kadus sekecamatan Pujut merupakan langkah cerdas, cepat dan tepat,” ujar Lalu Muhamad Syukri, salah seorang tokoh masyarakat Kuta Kecamatan Pujut kepada media Jumat (12/12) kemarin.

Dikatakannya, isu tambang emas ilegal ini memang sudah sangat meresahkan dan sangat berdampak buruk terhadap kita semua, kami sebagai bagian masyarakat Desa Kuta sangat prihatin atas keberadaan penambangan emas ilegal yang masih berada di Kawasan Ekonomi Khusus Kuta Mandalika tersebut,” tegas Lalu Syukri.

Pria yang dikenal ramah dan familiar ini juga mengatakan, kami sangat mengapresiasi khususnya kepada pemerintah daerah, terutama Kapolres Lombok Tengah AKBP. Eko Yusmiarto S.IK bersama Kepala Desa Kecamatan Pujut dan juga semua kadus, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, mereka ikut serta berpartisipasi mendukung sepenuhnya petisi penolakan tersebut, mengingat lokasi yang berada di kawasan pariwisata Mandalika Lombok Tengah Propinsi Nusa Tenggara Barat ini merupakan salah satu kawasan super prioritas pariwisata Indonesia atau jantung Tourism Sport kelas dunia yang ada di Indonesia dengan Sirkuit MotoGP nya,” ujar Lalu Syukri.

” Kami khawatir dengan adanya tambang emas ilegal yang berpotensi makan korban, jangan sampai masyarakat terprovokasi bahwa lokasi tambang emas itu di bilang banyak kandungan emasnya padahal tidak ada, sehingga masyarakat di luar Desa Kuta itu berbondong-bondong mendatangi lokasi tambang emas tersebut, ” jelas Lalu Syukri.

Oleh karena itu sekali lagi kami tegaskan, kami menghimbau masyarakat yang ada dimana saja, jangan sampai termakan imformasi yang salah. Hal ini sangat berpengaruh terhadap dampak lingkungan hidup dan pariwisata. Oleh karena itu mari kita sama-sama menjaga lingkungan hidup dan pariwisata kita demi anak cucu kita kelak,” pungkasnya.(Ntbexpose/04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *