NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Aksi demonstrasi damai di kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Kantor PT. ITDC ( Indonesia tourism development corporation ) pada hari Rabu (24 /7) diikuti oleh ratusan masyarakat yang terdiri dari para pemilik tanah dan penduduk sekitar.
Dalam aksis demo tersebut mereka di dampingi AMPES (Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sasak) yang diketuai Lalu Subadri, Alus Darmiah dari Forum pemuda Peduli Pariwisata Daerah, Lalu Moh. Alfian dari Lembaga FOKUS beserta kawan kawan lainnya.
Aksi damai ke ITDC tersebut dimulai sekitar jam 10 pagi dengan berjalan kaki dari simpang tiga bundaran utara kantor ITDC. Sesampainya disana mereka merapatkan barisan dengan tertib sembari berorasi mengeluarkan uneg uneg dan keluh kesah mereka.
Dalam orasinya, Alus Darmiah berteriak memprotes pihak ITDC yang tidak pro rakyat dalam memberikan rasa keadilan terhadap warga pemilik tanah yang masih belum dibayar. Dalam orasinya yang menggebu gebu Alus Darmiah berteriak lantang menantang Plt. Dirut ITDC agar tidak bersikap pengecut untuk menemui masyarakat pemilik tanah yang belum dibayar.
“Kami tidak takut sama kalian kami membawa data dan fakta dilapangan hak masyarakat jangan dikebiri. Laporkan sama Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Erick Tohir bahwa GM ITDC ini tidak becus,” tegas tokoh pemuda Kuta yang dikenal kritis tersebut.
Selain itu Lalu Moh. Alfian dari LSM FOKUS mengatakan, dirinya mewakili keluarga pemilik tanah Lalu Zikirudin, disini kami hadir untuk menuntut keadilan kepada pihak pihak yang berwenang termasuk ITDC. Lokasi tanah kami berada di Dusun Ketapang, tepat di depan JM Hotel Kuta. Dari dulu tanah ini kami tempati tidak pernah di tinggalkan dan tetap di garap dengan luas 56 are yang tercatat lengkap dalam surat lama tanah kami, kenapa ITDC tidak melakukan koordinasi dengan pemilik sebelum mereka gusur dengan dalih HPL. Oleh karena itu kami menuntut agar tanah tersebut diselesaikan agar segera dibayar,” tegas Alfian.
Ditempat yang sama Lalu Subadri mengatakan, kami datang kesini untuk melawan kezaliman yang dilakukan ITDC. Masyarakat tidak pernah menolak atau melawan pembangunan di Mandalika asal menyelesaikan kewajiban kalian untuk membayar tanah masyarakat. Masyarakat masih terjajah oleh ITDC. Masih banyak tanah masyarakat yang belum diselesaikan di KEK Mandalika ini,” jelas Subadri.
“Masyarakat datang kesini bukan untuk mengemis ataupun meminta minta, mereka datang kesini membawa fakta dan data untuk menuntut keadilan dan hak mereka. Landasan Helipad di blok 206 yang telah kalian bangun belum kalian bayar, oleh karena itu kami minta masyarakat untuk menduduki kembali lahan lahan mereka, walaupun darah dan. Nyawa taruhannya,” tegas Subadri berapi-api.
Dalam demo tersebut orasi dilakukan juga oleh Lalu Zikirudin atau akrab di panggil Gde Zikir, kemudian. Para ibu ibu pemilik tanah dan masyarakat Kuta lainnya dengan tujuan yang sama hanya satu selesaikan dan tanah mereka segera dibayar. Setelah itu mereka sempat bernegosiasi dengan pihak ITDC untuk diterima berdialog di halaman kantor ITDC. Kendati diterima para pendemo tetap kecewa, karena yang keluar hanya Bidang Kehumasan ITDC bukan GM ITDC ataupun para petinggi pengambil kebijakan.
Sontak dengan kejadian tersebut Alus Darmiah menjadi kecewa berat sembari berteriak untuk membubarkan dialog tersebut karena sia-sia dan tidak ada hasil.
” ITDC pengecut, dalam waktu dekat kami akan kembali melakukan aksi yang lebih besar lagi dan bila perlu memasang terob untuk menginap di kantor ITDC dengan semua pemilik pemilik tanah yang belum diselesaikan,” ancamnya. (Ntbexpose/03)









