NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Orientasi bimbingan dan arahan bagi pegawai baru pemerintah daerah kategori PPPK atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja formasi tahun 2023 sejumlah 612 orang yang dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Lombok Tengah, selama seminggu atau 7 hari, dimulai sejak tanggal 14 sd hari Selasa 21 Mei 2024 kemarin berlangsung sukses.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah. Dr. H. Suardi SKM MPH, dihadiri para jajaran mulai dari Sekretaris Dinas, Hafsah Widiyanti SKM M.kes, para Kepala Bidang, terdiri dari Kabid Kesmas dr. H. Nasrullah, Kabid P3KL Putrawangsa, Kabid SDK dr. Hj. Heny Mardiana, Kabid Yankes Johan Efendi, MPH, beserta ratusan peserta PPPK yang diorientasi.
Pada acara tersebut Kepala Dinas memberikan sambutannya bagi ratusan pegawai PPPK hingga dibekali dengan arahan arahan yang diisi oleh berbagai materi aturan maupun nilai akhlak dalam menjalankan tugas dan fungsi aparatur sipil negara ( ASN ) ditempat kerja seperti Puskesmas, Pustu maupun Polindes.
Hal tersebut bertujuan agar peserta dapat memahami serta menjalankan tugasnya sebagai tenaga kesehatan dalam melayani pelayanan yang baik bagi masyarakat luas.
Kegiatan orientasi PPPK tersebut dimulai sejak 14 hingga 21 Mei 2024 dengan jumlah peserta secara keseluruhan berjumlah 612 orang yang tersebar di semua Puskesmas, Pustu yang ada di 12 Kecamatan Selombok Tengah.
Diketahui, semua peserta yang mengikuti orientasi tersebut dibagi menjadi 6 gelombang dengan total peserta berjumlah 102 orang di setiap gelombang. Setiap gelombang dilaksanakan orientasi selama 2 hari. Pada hari pertama dilakukan pembekalan materi dan hari kedua pengabdian masyarakat Kemudian diiringi dengan aksi donor darah bagi para peserta yang hadir di lokasi tersebut.
Adapun materi yang diisi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Hafsah Widiyanti menyampaikan materi tentang kesekretariatan umum dan kepegawaian dan keuangan serta perencanaan bagi para peserta orientasi.
Kemudian Kabid Kesmas (Kesehatan Masyarakat ) dr. H. Nasrullah menyampaikan materi mengenai tentang Kesehatan masyarakat dimulai dengan kesehatan keluarga, promosi kesehatan hingga tentang gizi. Diketahui tugas Bidang Kesmas adalah melaksanakan Pembinaan, pengawasan dan pengendalian di bidang kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olah raga. kemudian melakukan pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olah raga. Melaksanakan koordinasi dan pemberdayaan masyarakat melalui sanitasi total berbasis masyarakat.
Tidak itu saja, untuk materi lainnya diisi juga oleh Kabid Sumber Daya Kesehatan ( SDK ) yakni dr. Hj. Heny Mardiana juga menyampaikan materinya mengenai Kefarmasian dan SDK ini mempunyai tugas yakni melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria, pembinaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang sumber daya kesehatan.
Kemudian menyusul Kabid Yankes (Pelayanan Kesehatan) Johan Efendi, MPH menyampaikan materi pelayanan kesehatan, PSC hingga BPJS. Diketahui Bidang Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas pokok seperti melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang pelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan rujukan termasuk peningkatan mutunya, serta pelayanan kesehatan tradisional.
Tidak mau ketinggalan Kabid P3KL (Pertolongan pertama pada kecelakaan) Putra Wangsa menyampaikan materi Pencegahan pengendalian penyakit dan kesehatan lingkungan beserta pokok bahasan lainnya. Bidang P3KL ini memiliki tugas yakni memberikan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan pertama yang lebih baik dan dan sempurna dari tenaga kesehatan meliputi dokter atau paramedik yang menangani korban.
Dengan adanya kegiatan orientasi tersebut seperti dikatakan oleh Dr H. Suardi sebelumnya, diharapkan, kepada semua tenaga kesehatan PPPK yang sudah diorientasi tersebut, mereka harus memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat luas, sehingga kualitas pelayanan kesehatan betul betul muncul dirasakan dalam bentuk kepuasan masyarakat. Kemudian himbauan saya,” mereka harus tetap menjaga profesionalitas, integritas inovasi tanggung jawab dan keteladanan,” imbuh Kadikes. (Ntbexpose/03)











