NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Dengan adanya kasus Stunting diberbagai daerah terutama di Kabupaten Lombok Tengah, menurut data dari E-PPGBM, angka kasus stunting di Lombok Tengah ini angkanya berada di 11,3 persen,”kata HL. Pathul Bahri S.IP M.AP Bupati Lombok Tengah selesai melaksanakan Lebaran Topat di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah, Rabu 17 April 2024 kemarin.
Diungkapkan, Lalu Pathul Bahri, perbulan Maret 2024, angka kasus Stunting di Lombok Tengah sudah berada di bawah rata – rata Nasional yang 14 persen pada tahun 2024
“Per bulan Maret angka kasus stunting kita 11,3 berdasarkan data input E-PPGBM dari 94,4 persen data yang sudah di input,” kata Bupati.
Ia juga menjelaskan, E-PPGBM baru menginput data sebanyak 94,4 persen, sehingga angka kasus stunting di Lombok Tengah yang tercatat 11,3 persen. “Kalau data yang diinput oleh E-PPGBM 100 persen, mudahan angka stunting kita bisa menuju 10 persen,” jelasnya.
Ia menjelaskan, Pemkab Lombok Tengah terus berupaya untuk selalu menurunkan angka kasus stunting dengan berbagai cara, sehingga kasus stunting bisa turun dengan maksimal.
“Salah satu upaya Pemkab Lombok Tengah menurunkan kasus stunting ialah dengan memberikan protein seperti telur kepada ibu hamil dan anak – anak, mudah2an dari tahun ketahun angka Stunting dikabupaten Lombok Tengah bisa tekan sekecil mungkin,” harap Bupati.
Selain itu, kata Bupati, juga untu menekan angka stunting tersebut kita akan melakukan optimalisasi peran serta dari Dinas Kesehatan kabupaten Lombok Tengah agar terus menerus melakukan sosialisasi dan penanganan penanganan yang dianggap perlu untuk dilakukan, baik dtingkat desa melalui Puskesmas polindes maupun posyandu secara menyeluruh.
Disisi lain berdasarkan data yang dihimpun media dari berbagai sumber menyebutkan bahwa data angka stunting di Lombok Tengah mulai dari tahun 2018 hingga tahun 2022 mengalami trend penurunan, yakni dari angka 31,05 pada tahun 2018, turun menjadi 20,81 persen pada tahun 2022. untuk tahun 2024 ini, pemerintah kabupaten Lombok Tengah berupaya menurunkan angka stunting agar bisa dikendalikan selaras dengan indeks pembangunan yang berkelanjutan terhadap tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.(Adv/*)










